Pengakuan Anak Youtuber Asal Semarang yang Tenggelam di Waduk Cengklik Boyolali

Nasib apes memang tak ada dalam kalender. Kalimat itu mungkin yang sedang menimpa Triyono merupakan warga Dukuh Gintungan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
KOMPAS.com
Waduk Cengklik Boyolali 

Tribunjogja.com - Nasib apes memang tak ada dalam kalender. Kalimat itu mungkin yang sedang menimpa Triyono merupakan warga Dukuh Gintungan, RT 19, RW 11, Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Dia adalah pencari ikan yang juga konten kreator di Youtube.

Triyono tenggelam saat berburu ikan di Waduk Cengklik Boyolali.

Triyono (42), pencari ikan yang tenggelam di Waduk Cengklik Boyolali pada Sabtu (9/12/2023) yang hingga kini belum ditemukan.

Biasanya, Triyono ketika mencari ikan dengan cara branjang atau memasang jala, selalu didokumentasikan dengan kamera kemudian diunggah ke akun YouTubenya, Branjang Anco.

"Setiap cari ikan, pasti diambil gambar," kata anaknya Fikri Amanda Nauval (23), Minggu (10/12/2023).

Korban tenggelam saat akan pindah spot dalam menangkap ikan di waduk Cengklik.

Diduga korban tenggelam karena mengalami kram saat berenang.

Fikri bercerita ayahnya tersebut bisa berenang.

Dia menyebut, sudah menjadi hobi sang ayah memancing ikan dengan kail maupun jaring yang dibentangkan menjadi persegi yang biasa disebut branjang ini.

Ayahnya pun menjadikan hobinya ini sebagai konten di channel YouTube-nya, "Branjang Anco".

Tak hanya di waduk Cengklik, berbagai lokasi pernah di kunjungi ayahnya untuk mencari ikan sekaligus membuat konten.

Ayahnya hampir setiap hari mencari ikan dengan branjang ini. Biasa berangkat habis subuh dan kembali di rumah petang.

"Terkadang juga berangkat malam pulang subuh," katanya.

Meski begitu, dia tak mengetahui jumlah pendapatan dari YouTube.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved