Berita Klaten
Ratusan Siswa SLB Ikuti Jambore Pramuka Anak Berkebutuhan Khusus di Candi Sojiwan Klaten
Ratusan Siswa SLB Ikuti Jambore Pramuka Anak Berkebutuhan Khusus di Candi Sojiwan Klaten
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Jambore Pramuka di Pelataran Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (28/8/2025).
Ratusan anak berkebutuhan khusus yang merupakan siswa SLB se-Kabupaten Klaten itu sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan jambore yang digelar sejak pagi hingga sore hari.
Pelaksana Tugas Panitia Jambore, Herta Surya Maharta, mengatakan, total peserta yang mengikuti gelaran Jambore Pramuka Anak Berkebutuhan Khusus 2025 itu sebanyak 150 siswa. Mereka berasal dari 14 SLB se-Kabupaten Klaten.
"Agenda itu memang sudah berlangsung setiap tahun. Tapi tahun ini berbeda karena kami mengambil tema Pramuka Tangguh," ucap Herta kepada Tribun Jogja, Kamis (28/8/2025).
Tema Pramuka Tangguh itu direalisasikan dengan menghadirkan beberapa poin penting dalam kegiatan pramuka tersebut.
Salah satunya tentang mitigasi bencana dengan menggelar simulasi bencana gempa bumi dalam gelaran jambore.
"Jadi itu pertama kali jambore anak berkebutuhan khusus yang ada simulasi bencana gempa bumi. Salah satu tujuannya adalah mengajarkan penyelamatan diri sendiri, karena kami berada di daerah rawan bencana. Sejak bertahun-tahun lalu kami sudah mengadakan simulasi bencana di tiap sekolah. Baru kali ini, kami menggelar simulasi skala besar yang melibatkan semua SLB di Klaten," ujarnya.
Gelaran jambore tahun ini juga menggandeng sejumlah satkeholder dan OPD Pemkab Klaten. Di antaranya BPBD, Dinas Kesehatan, Dissos P3APPKB, SAR, PMI, hingga BPK Wilayah X, dan Disbud Porapar Kabupaten Klaten.
Selain kegiatan kepramukaan, pihaknya juga mengajak para peserta melakukan kunjungan kebudayaan ke Candi Sojiwan di akhir Jambore.
Termasuk juga dilakukan gelar karya kegiatan seni yang harus ditampilkan masing-masing sekolah, semisal hasil membatik, melukis, maupun pentas menyanyi.
"Kami ingin memberikan hak yang sama kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Jadi kami berikan fasilitas yang sama agar mereka merasakan sama seperti orang-orang normal lainnya. Mereka bisa merasakan kemah, bersosialisasi dengan teman-teman lainnya, dan membangun kepercayaan, serta kemandirian," tutur dia.
Seorang peserta, Sultan, mengaku sangat senang mengikuti Jambore Pramuka di Pelataran Candi Sojiwan Klaten karena sangat seru.
Siswa kelas VIII SLBA YaaT Klaten mengatakan sudah dua kali mengikuti jambore pramuka.
"Tidak cuma seru, tapi seru sekali. Tadi kegiatannya nyanyi-nyanyi, terus yel-yel. Lalu mendatangi pos-pos untuk adu penciuman dan perabaan," kata siswa tuna netra tersebut.
Klarifikasi Pihak Vidio dan IEG Kasus Siaran Liga Inggris di Klaten Berujung Lapor ke Polisi |
![]() |
---|
Kisah Nenek Berusia 78 Tahun Asal Klaten Ditagih Denda Rp115 Juta karena Siaran Liga Inggris |
![]() |
---|
Kronologi Nenek Endang Diminta Bayar Denda Rp115 Juta oleh Pemilik Hak Siar Liga Inggris |
![]() |
---|
Dua Keluarga Warga Klaten Mengungsi Tak Punya Tempat Tinggal karena Rumah Terbakar |
![]() |
---|
Perbaikan Lintasan Jogging Stadion Trikoyo Klaten Dianggarkan Rp5 Miliar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.