HOAX! Warga Jawa Timur Usir Mahfud MD dan Puan Maharani

Setelah video disimak sampai tuntas, tidak terdapat informasi soal warga Jawa Timur mengusir Mahfud dan Puan. Judul video tidak sesuai dengan isinya.

Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
Kominfo RI
Koten hoax yang menyatakan warga Jawa Timur usir Mahfud MD dan Puan Maharani 

TRIBUNJOGJA.COM - Beredar sebuah unggahan video berdurasi 8 menit 18 detik di platform YouTube yang mengeklaim bahwa Mahfud MD dan Puan Maharani diusir oleh warga Jawa Timur.

Dalam thumbnail video tersebut, tertulis "MAHFUD MD DIUSIR DARI JATIM. PUAN DAN JAJARAN KADER PDIP SOK MELIHAT INI".

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyatakan klaim pada video tersebut tidaklah benar atau hoax.

Faktanya, tidak ditemukan informasi yang kredibel terkait klaim yang beredar.

Setelah video disimak sampai tuntas, tidak terdapat informasi soal warga Jawa Timur mengusir Mahfud dan Puan.

Judul video tidak sesuai dengan isinya.

Diketahui narator hanya membacakan sebuah artikel yang memuat opini KH Anwar Zahid yang disampaikan dalam acara "Doa Keselamatan Untuk Bangsa Bersama Ganjar Pranowo dan Mahfud MD" di Stadion Gelora Joko Samudro Kota Gresik, Jawa Timur pada 3 November 2023.

Dalam ceramah tersebut, Anwar Zahid menyindir pemerintah yang dianggap kurang memperhatikan para kiai.

Dengan demikian, narasi bahwa Mahfud MD dan Puan Maharani diusir warga Jawa Timur adalah hoax.

Baca juga: HOAX! Prabowo Subianto Suap MK dan KPU untuk Menangi Pilpres 2024

Adapun menjelang Pemilu, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau agar warga masyarakat mewaspadai penyebaran informasi hoax.

Kondisi itu harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, keberadaan hoaks mengenai Pemilu tidak hanya menurunkan kualitas demokrasi namun berpotensi memecah belah bangsa.

Tidak hanya menyasar para bacapres dan bacawapres. isu hoaks dan disinformasi yang kami temukan turut menyasar reputasi KPU dan penyelenggaraan pemilu untuk menimbulkan distrust terhadap Pemilu.

Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi atau diselewengkan.

Kominfo pun turut mengimbau agar masyarakat selalu merujuk sumber-sumber tepercaya seperti situs pemerintah dan/atau media yang kredibel.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved