Pemilu 2024
Bupati Bantul Sentil Persoalan Kampanye yang Dibarengi dengan Maraknya Knalpot Brong
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyinggung persoalan kampanye Pemilu yang kerap dilakukan menggunakan sepeda motor dengan knalpot
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyinggung persoalan kampanye Pemilu yang kerap dilakukan menggunakan sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai standar atau 'brong'.
"Kampanye, kenapa sih ndadak pakai brombongan mbarang? (kenapa saat kampanye pakai knalpot brong segala?)," ucapnya kepada awak media, di sela-sela tugasnya, Rabu (22/11/2023).
Menurutnya, aksi tersebut mampu mencorong citra partai politik.
Baca juga: Bupati Bantul Akan Tandatangani Peraturan Pemasangan APK
Pasalnya, keberadaan kendaraan bermotor dengan knalpot brong dapat menghasilkan suara yang sangat keras dan dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.
Maka dari itu, ia mengimbau kepada para peserta kampanye Pemilu 2024, saat melakukan kampanye diusahakan tidak menggunakan knalpot brong demi kenyamanan bersama.
"Itu juga salah satu kewajiban saya (untuk memperingati tidak menggunakan kendaraan berkenalpot brong saat melakukan kampanye)," jelasnya.
"Karena, saya juga punya anak buah yang sukanya begitu itu. Nanti akan terus kami serukan," imbuh Halim yang juga memiliki jabatan sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bantul.
Lebih lanjut, Halim menilai bahwa cara kampanye dengan knalpot brong sangat tidak efektif untuk dilakukan.
"Atau colong-colongan atribut. Itu sama sekali tidak efektif. Sekarang ini adalah kontestasi gagasan. Tawaran atas solusi atas masalah rakyat. Itu yang harus dilakukan," pungkas Halim. (nei)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Bantul-Abdul-Halim-Muslih-Rabu-221123.jpg)