Filsafat

Profil Filsuf Muslim Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd merupakan seorang filsuf Muslim yang cukup populer di zamannya hingga saat ini.

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Pinterest
Ibnu Rusyd 

TRIBUNJOGJA.COM - Ibnu Rusyd merupakan seorang filsuf Muslim yang cukup populer di zamannya hingga saat ini.

Filsuf yang bernama lengkap Muhammad bin Ahmad bin Rusyd ini berasal dari Andalusia yang lahir pada tahun 1126 Masehi silam.

Di Barat, Ibnu Rusyd lebih dikenal sebagai Averroes.

Semasa hidupnya, Ibnu Rusyd banyak menerjemahkan dan menafsirkan karya-karya Aristoteles, sehingga ia dijuluki oleh dunia barat sebagai The Commentator atau Sang Penafsir.

Terjemahan karya-karya Ibnu Rusyd memicu para pemikir Eropa Barat untuk kembali mengkaji karya-karya Aristoteles dan pemikir Yunani lainnya.

Baca juga: Biografi Michel Foucault, Filsuf Postmodern Anti Mainstream 

Memang Ibnu Rusyd ini menguasai berbagai macam disiplin ilmu seperti filsafat, teologi, astronomi, hukum, fiqih, bahkan kedokteran.

Semasa hidupnya ia pernah mengabdi sebagai hakim dan dokter istana untuk Kekhalifahan Muwahhidun.

Faktanya, Ibnu Rusyd adalah pendukung ajaran filsafat Aristoteles (Aristotelianisme). 

Ibnu Rusyd berusaha ingin mengembalikan filsafat dunia Islam ke ajaran Aristoteles yang asli. 

Maka ia seringkali mengkritik corak Neoplatonisme yang terdapat pada filsafat pemikir-pemikir Islam sebelumnya seperti Al-Farabi dan Ibnu Sina, yang ia anggap menyimpang dari filsafat Aristoteles. 

Dalam karyanya yang cukup terkenal berjudul Tahafut At Tahafut, ia mengkritik karya Al Ghazali yang berjudul Tahafut Al Falasifah.

Ibnu Rusyd berpendapat bahwa dalam agama Islam berfilsafat hukumnya boleh, bahkan bisa jadi wajib untuk kalangan tertentu. 

Ia juga berpendapat bahwa teks Quran dan Hadits dapat diinterpretasikan secara tersirat atau kiasan jika teks tersebut terlihat bertentangan dengan kesimpulan yang ditemukan melalui akal dan filsafat.

Selain dikenal dengan pemikirannya yang cemerlang, Ibnu Rusyd pernah dituduh sesat.

Pada 1195, Ibnu Rusyd mendapat berbagai tuduhan, termasuk tuduhan mengajarkan aliran sesat yang menyeretnya ke pengadilan dan divonis bersalah. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved