Kurangi Sampah Hingga 64,7 Ton, Gerakan 'Mbah Dirjo' Kian Diminati Masyarakat Kota Jogja
gerakan Mbah Dirjo ini selain mampu mengurangi limbah rumah tangga, juga mampu merubah kebiasaannya dalam mengolah sampah.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak diluncurkan pada 29 Juli 2023 lalu, gerakan mengolah limbah dan sampah dengan biopori ala Jogja atau Mbah Dirjo mendapat respon positif dari warga.
Satu di antaranya ialah Muhammad Taufik Nurrahman warga Kadipaten, Kemantren Kraton.
Ia mengaku adanya gerakan Mbah Dirjo ini selain mampu mengurangi limbah rumah tangga, juga mampu merubah kebiasaannya dalam mengolah sampah.
"Sekarang saya jadi sudah terbiasa mengolah sampah rumah tangga secara mandiri," kata Taufik.
Bahkan pada tanggal 2 September 2023 lalu, seluruh warga di wilayah RT-nya telah melakukan kerja bakti membuat biopori reguler dengan volume 25 kg sebanyak 10 buah.
"Biopori ini bahannya dari ember bekas cat dengan volume 25 kg. Kami tempatkan di halaman rumah warga agar memudahkan warga yang akan membuang sampah organiknya," ujarnya.
Taufik berharap dengan upaya tersebut wilayahnya dapat menjadi pelopor dalam gerakan Mbah Dirjo.
"Selain itu dengan ini juga bisa menjadi contoh wilayah lain agar mendukung penuh gerakan Mbah Dirjo yang diinisiasi oleh Pemkot Yogya dalam upaya menekan sampah yang dibuang ke TPA Piyungan," bebernya.
Manfaat gerakan Mbah Dirjo juga dirasakan oleh Sri Nuryanti warga Kelurahan Rejowingangun, Kemantren Kotagede.
Menurutnya dengan adanya gerakan ini sangat bermanfaat sekali. Pasalnya sejak diluncurkannya Mbah Dirjo ia mampu mengelola limbah rumah tangga secara mandiri.
"Saya bikin biopori dan lodong sisa dapur di depan rumah saya, hasilnya tidak ada limbah organik rumah tangga yang kami buang ke depo," ujarnya.
Baca juga: Viral Medsos, Tumpukan Sampah di Plengkung Jagabaya Jogja Dibuat Seni Mirip Tokoh Kartun
Pada kesempatan tersebut, Sri juga mengajak seluruh masyarakat Kota Yogya untuk menyukseskan gerakan Mbah Dirjo agar volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan dapat terus ditekan.
Terpisah, Penjabat Wali Kota Yogya, Singgih Raharjo mengatakan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya per tanggal 4 September 2023 gerakan tersebut mampu mengurangi sampah organik hingga 64,7 ton.
Pengurangan hingga 64,7 ton tersebut, lanjutnya, berasal dari 16.863 titik pengolahan sampah organik rumah tangga yang tersebar di Kota Yogya.
"Metode pengolahannya tidak sebatas biopori saja, ada ember tumpuk dan juga losida," kata Singgih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kurangi-Sampah-Hingga-647-Ton-Gerakan-Mbah-Dirjo-Kian-Diminati-Masyarakat-Kota-Jogja.jpg)