Pemilu 2024

Mencari Capres/Cawapres 2024, Ini Saran Akademisi Yogyakarta

Para akademisi di Yogyakarta memiliki pandangan tersendiri untuk bakal calon Presiden ke depannya.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Miftahul Huda
Para narsumber menyampaikan pemaparan saat diskusi mencari capres/cawapres 2024, Jumat (8/9/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah kalangan akademisi di Yogyakarta mulai meraba-raba siapa sosok calon pemimpin Indonesia yang dibutuhkan masyarakat untuk lima tahun ke depan.

Beberapa pemikiran para akademisi ini dipaparkan dalam Diskusi Sintesis bertemakan Mencari Sosok Capres/Cawapres dari Kacamata Kampus.

Para akademisi di Yogyakarta memiliki pandangan tersendiri untuk bakal calon Presiden ke depannya.

Mereka mencoba menerawang gaya politisi saat dengan berlandaskan keilmuwan yang patut dijadikan acuan.

Menurut Arie Sudjito Wakil Rektor III UGM yang hadir sebagai salah satu narasumber menyampaikan, politik identitas menurutnya tidak lagi digunakan oleh elite politik untuk saat ini.

Ia menganggap politik identitas sudah tidak kuat lagi daya tariknya dikalangan publik.

Penyebabnya para elite politik saat ini tidak ada yang incumbent atau dalam kata lain tidak ada sosok politik yang memiliki kedudukan atau kemuliaan yang kuat.

"Sekarang polanya bergeser luar biasa. Sekarang para elit politik dalam memutuskan sesuatu tidak pertimbangkan kalangan bawah," ujarnya.

"Mereka mengambil keputusan berdasarkan survei, bukan berdasarkan suara dari anggota parpol kalangan bawah," sambung Arie.

Karenanya banyak beberapa partai besar yang kemudian terpecah belah karena keputusan elite politik.

Di sisi lain keterlibatan kampus dalam arus politik di tanah air juga masih belum terbuka.

"Lebih baik kampus terlibat dalam mewarnai demokrasi agar kampus gak anti politik, karena jika diuji dia (kampus) juga bisa menjadikan pengetahuan untuk pengaruhi kekuasaan," terang dia.

Dia menyarankan masyarakat perlu mempertimbangkan rekam jejak calon presiden yang akan dipilih.

Sementara Kaprodi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta Goris Sahdan menjelaskan, pejabat pemerintahan saat ini bersih hanya pada Presiden Joko Widodo.

Para politikus di bawahnya baik eksekutif maupun legislatif, terpengaruh dengan politik kotor.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved