Kisah 'Las Vegas' Kuno, Tempat Maksiat yang Tenggelam ke Dasar Laut
Baia menjadi kota tempat tujuan kaum elit di masa Yunani Kuno. Kota ini dikenal sebagai pusat hiburan dan berbagai kegiatan pesta lainnya
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Sekitar 150 mil selatan Roma, sebuah resor elit Romawi kuno pernah berdiri di antara Gunung Vesuvius dan Laut Mediterania yang luas.
Tempat mewah ini dikenal dengan nama Baia.
Berabad-abad yang lalu, situs ini mirip dengan Las Vegas di era modern.
Namun saat ini, sebagian besar Baia berada di bawah air, dengan banyak koleksi mosaik Romawi kuno yang ikut terendam di kedalaman perairan.
Adapun sekitar abad ke-1 SM, kota ini menjadi tujuan populer para elit Romawi Kuno.

Tokoh terkenal seperti Julius Caesar, Augustus, dan Nero semuanya memiliki rumah spektakuler di area ini.
Meskipun banyak yang tertarik dengan sumber air panas alami dan cuaca yang sejuk di daerah tersebut, Baia juga dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai tempat maksiat.
Sumber-sumber kuno lainnya menggambarkan resor ini sebagai pelabuhan kejahatan di mana pengunjung akan benar-benar membiarkan diri mereka menjadi liar.
Mereka akan larut dalam pesta pora yang bebas, mabuk-mabukan, dan pesta lainnya.
Selama bertahun-tahun, Baia menjadi tempat tujuan para orang kaya.
Namun semuanya berubah ketika kota ini mulai tenggelam ke dalam laut.
Pada abad ke-4 M, sebagian besar wilayah Baia mulai tenggelam ke Laut Mediterania.
Karena kota ini tidak hanya terletak di dekat Vesuvius tetapi juga terdapat gunung berapi super terkenal bernama Campi Flegrei.

Aktivitas gunung berapi yang dikenal sebagai bradyseism ini telah menyebabkan permukaan bumi naik dan turun seiring berjalannya waktu.
Hal ini pada akhirnya telah mendorong sebagian besar kota pesisir tersebut ke bawah air.
Gelombang Tinggi Dilaporkan Landa Pantai Selatan DIY, BPBD: Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan |
![]() |
---|
Simbol Bajak Laut One Piece Dianggap Ancaman, Pakar Hukum: Negara Harus Belajar dari Rakyat |
![]() |
---|
Tragedi Laut Beruntun, KNKT Ungkap Problem di Pelabuhan |
![]() |
---|
Daftar Peraih Penghargaan Adhi Makayasa 2025, Akmil Alim Bimo Pratowo dan Muh Afridzal Mukhlis |
![]() |
---|
Warga Pesisir Gunungkidul Didorong Jadi Kader Konservasi Laut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.