Human Interest Story
KISAH Heroik Anggota Satlinmas Kulon Progo Temukan Jasad Bocah Tenggelam Hingga Mr X di Sungai Progo
Selain duka mendalam, penemuan jasad bocah berusia 11 tahun yang tenggelam di Muara Sungai Progo turut menyisakan kisah heroik dari anggota
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Selain duka mendalam, penemuan jasad bocah berusia 11 tahun yang tenggelam di Muara Sungai Progo turut menyisakan kisah heroik dari anggota Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo.
Bocah laki-laki inisial GMC tenggelam saat mencari keong bersama empat rekannya pada Senin (31/7/2023) sore.
Berkat ketangguhan petugas satlinmas dan tim gabungan, jasad siswa kelas 6 sekolah dasar (SD) berhasil ditemukan di tengah Sungai Progo, Selasa (1/8/2023) kemarin pagi.
Baca juga: KPU Kota Yogyakarta Minta Maaf Salah Menulis Nomor Urut Partai Ummat di Brosur Sosialisasi Pemilu
Kala itu, proses pencarian dilaksanakan oleh anggota Satlinmas Kulon Progo dan Basarnas Yogyakarta.
Berbekal perahu karet, tim yang beranggotakan empat orang menuju ke tengah Sungai Progo sejauh 500 meter dari titik kejadian awal.
Mulanya, pencarian masih nihil. Namun ketika hendak kembali ke lokasi awal kejadian, mereka melihat jasad korban mengapung.
"Ketika balik ke lokasi tiba-tiba lewat tengah (Sungai Progo) tim melihat jenazah sudah mengambang cuma terlihat kepalanya saja. Posisi anak menghadap ke selatan dengan tangan dan kaki posisi sudah kaku," kata Rico Bangun Hanggara, Anggota SRI Wilayah V Kulon Progo, Rabu (2/8/2023).
Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke atas perahu karet.
Proses evakuasi dilakukan Rico bersama tiga rekannya.
Kemudian korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
Lalu, ia memberitahukan temuan itu ke koordinator SRI Wilayah V Kulon Progo yang berada di tepi sungai.
Menurut Rico, proses evakuasi saat itu tidak memerlukan waktu lama.
"Proses evakuasi cuma sekitar 7 menit. Kendala yang berarti tidak ada, cuma saat menaikkan jasad korban ke perahu agak tinggi. Sementara menuju ke tepi sungai cuma sekitar 5 menit," ucapnya.
Pria berusia 30 tahun ini mengaku tertarik menjadi petugas satlinmas sejak 2012 silam.
Kisah Zaira Bertels, Bangun Usaha Pemanfaatan Limbah di Sleman Jadi Produk Interior Berskala Ekspor |
![]() |
---|
Cerita Siswi Sekolah Rakyat di Bantul, Sempat Susah Tidur dan Kangen Rumah |
![]() |
---|
Cerita Faishal Ahmad Kurniawan, Putra Bantul yang Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2025 |
![]() |
---|
KISAH Mbah Sutarji, Pejuang Penambal Jalan Berlubang yang Ikhlas Tanpa Minta Imbalan |
![]() |
---|
Kisah Putri Khasanah, Anak Pedagang Asongan di Bantul yang Bisa Kuliah Gratis di UGM |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.