Sumbu Filosofi Yogyakarta

Mengenal 12 Pangkat Abdi Dalem Keraton Yogyakarta dan Proses Kenaikan Pangkatnya

Inilah 12 pangkat Abdi Dalem Keraton Yogyakarta dan proses kenaikan pangkatnya. Ada pangkat yang secara khusus diberikan oleh Sultan.

|
DOK. Kraton Jogja
Mengenal 12 Pangkat Abdi Dalem Keraton Yogyakarta dan Proses Kenaikan Pangkatnya. FOTO: Abdi Dalem di Gedhong Patehan, Keraton Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Abdi Dalem adalah sebutan untuk pegawai di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta.

Mengutip laman Kratonjogja.id, setelah resmi diproklamasikan pada 13 Maret 1755, Keraton Yogyakarta membutuhkan aparatur negara yang berasal dari golongan sipil maupun militer. 

Anda bisa klik di sini untuk membaca Sejarah Keraton Yogyakarta.

Aparatur negara di Keraton Yogyakarta yang berasal dari golongan sipil disebut Abdi Dalem.

Sedangkan, aparatur militer di Keraton Yogyakarta disebut Prajurit Keraton.

Sejumlah abdi dalem Kraton Yogyakarta membersihkan Kereta Kanjeng Nyai Jimat di sisi selatan Kompleks Museum Kereta Kraton, Selasa (17/9/2019).
Sejumlah abdi dalem Kraton Yogyakarta membersihkan Kereta Kanjeng Nyai Jimat di sisi selatan Kompleks Museum Kereta Kraton, Selasa (17/9/2019). (TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan)

Abdi Dalem bertugas sebagai pelaksana operasional di setiap organisasi yang dibentuk oleh Sultan. 

Tanpa adanya Abdi Dalem, roda pemerintahan di Keraton Yogyakarta tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Abdi Dalem Keraton Yogyakarta dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu:

1. Abdi Dalem Punakawan

Abdi Dalem Punakawan merupakan abdi yang berasal dari kalangan masyarakat umum.

Mereka adalah tenaga operasional yang menjalankan tugas keseharian di dalam keraton. 

Abdi Dalem Punakawan dibagi lagi menjadi dua golongan, yakni:

  • Abdi Dalem Punakawan Tepas

Abdi Dalem Punakawan Tepas memiliki jam kerja selayaknya pegawai yang bekerja di kantor.

  • Abdi Dalem Punakawan Caos

Abdi Dalem Punakawan Caos jam kerjanya berbeda. Mereka hanya menghadap ke keraton setiap periode 10 hari sekali. 

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan tanda hormat dan kesetiaan sebagai abdi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved