Berita Jogja Hari Ini
Pemkot Yogya Targetkan Penurunan Volume Sampah 100 Ton Per Hari di Akhir 2023
Pemkot Yogyakarta mematok target penurunan tingkat pembuangan sampah menuju TPA Piyungan sampai 100 ton per hari pada akhir 2023.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta mematok target penurunan tingkat pembuangan sampah menuju TPA Piyungan sampai 100 ton per hari pada akhir 2023.
Eksekutif optimis target dapat terealisasi, mengingat gerakan zero sampah anorganik yang diterapkan sejak 1 Januari 2023 terus menunjukkan tren positif.
Sekda Kota Yogya, Aman Yuriadijaya, mengatakan, berdasarkan data bulanan yang dihimpunnya sampai penghujung April 2023, volume pembuangan menuju TPA Piyungan ada di angka 225 ton per hari.
Jumlah tersebut bisa dibilang sudah turun signifikan, lantaran pada Desember 2022 silam, tingkat pembuangannya masih tertahan pada kisaran 299 ton per hari.
"Alhamdulillah, dalam 4 bulan gerakan ini sudah bisa menurunkan 74 ton buangan sampah, atau 25 persen dari kondisi normal di masa lalu," cetus Aman.
Dijelaskannya, integritas kewilayahan antar pemangku kepentingan yang dibangun dalam penerapan gerakan zero sampah anorganik, antara pengurus RW, bank sampah, penggerobak dan pelapak, berjalan sangat efektif.
Sehingga, proses pemilahan benar-benar bisa terorganisir sejak dari sumbernya, atau rumah tangga, dan berujung pengurangan volume signifikan.
Baca juga: Legislatif Dorong Pemkot Yogya Optimalkan Pendampingan Bank Sampah
"Misal, sampah yang langsung dibuang penggerobak ke TPS atau depo, pasti ditolak petugas. Jika seperti itu, penggerobak pun akan meminta masyarakat untuk mengelola sampahnya lebih dahulu," ujarnya.
Namun, ia menandaskan, Pemkot Yogyakarta tidak akan berpuas diri, mengingat persoalan sampah tidak dapat dikatakan tuntas hanya dengan pengurangan volume buangan 74 ton per hari.
Oleh sebab itu, pada akhir 2023 mendatang, pihaknya telah menetapkan target pengurangan limbah yang jauh lebih optimal.
"Target kami, turun 100 ton per hari, di akhir tahun ini. Harapannya, pengurangan ini, membuat usia teknis TPA bertambah panjang, karena masih ada waktu untuk menunggu proses revitalisasi," katanya.
Guna merealisasikan target tersebut, Pemkot Yogyakarta mencanangkan gerakan zero sampah anorganik plus, yang bakal merambah pada pengelolaan limbah jenis organik.
Pada tahapan awal, terdapat dua strategi yang ditetapkan, yakni metode pengolahan berbasis rumah tangga, serta efektifitas pola distribusi.
"Pengolahan berbasis rumah tangga menggunakan metode biopori. Jadi, sampah-sampah sisa dapur itu diolah dan menghasilkan pupuk," jelas Sekda.
"Dengan demkian, sampah organik bisa terkurangi. Tapi, itu memang butuh waktu panjang, karena untuk menjadi pupuk prosesnya 21 hari," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Para-petugas-kebersihan-Pasar-Beringharjo-tengah.jpg)