Upaya Berantas Klithih, Satpol PP DIY Berharap Kelompok Jaga Warga Ikut Berperan Aktif

Fokus pemberantasan tindak kejahatan jalanan tersebut dilakukan dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat.

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DIY, Noviar Rahmad sedang menghadiri Sosialisasi Peran Jaga Warga di Balai Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (10/5/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DI Yogyakarta, Noviar Rahmad, menyebut permasalahan kejahatan jalanan atau yang dikenal dengan sebutan klithih di DIY masih belum tuntas.

"Masalah Klitih di Yogyakarta sudah ada bertahun-tahun, sudah ada puluhan tahun, tetapi belum ada penyelesaian, belum ada titik temunya, belum ada rumus seperti apa menyelesaikannya," ucap Noviar saat menghadiri Sosialisasi Peran Jaga Warga di Balai Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (10/5/2023).

Sebagai contoh selama bulan Ramadhan 2023, Satpol PP DIY bersama Satpol PP Kabupaten dan Kota serta pihak kepolisian dan TNI terus melakukan patroli demi menjaga kemanan dan kenyamanan masyarakat dari aksi klithih.

Namun hasilnya pelaku klithih masih tetap melakukan aksinya.

"Awalnya kami melakukan patroli pada malam hari, eh malah mereka (pelaku klithih) larinya melakukan kejahatan dan aksi-aksi tawuran itu (dilakukan) pada setelah sahur," jelasnya.

"Kemudian kami ubah patroli kami menjadi setelah sahur. (Hasilnya) aman terkendali. Tetapi, mereka (pelaku klithih) ubah jadwal mereka untuk tawuran setelah buka puasa. Jadi ibarat balon, dipencet ujungnya akan menggelembung pada sisi ujung lainnya," imbuh Noviar.

Melalui hal itu, kini pihaknya bersama Kapolda DIY melakukan kerjasama.

Di mana fokus pemberantasan tindak kejahatan jalanan tersebut dilakukan dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat.

Tujuannya kembali mewujudkan Yogya aman dan nyaman untuk masyarakat dan wisatawan. 

"Itu (klithih) adalah masalah (untuk diatasi) kita bersama. Bukan hanya masalah yang (diatasi) oleh TNI, Polri dan Pemda. Tetapi itu adalah masalah kita semua. Maka kelompok Jaga Warga harus diaktifkan," urai Noviar.

"Berkali-kali pak Gubernur selalu menyampaikan kepada saya untuk mengaktifkan kelompok Jaga Warga. Aktifkan kelompok Jaga Warga sebagaimana untuk menyelesaikan persoalan. Tidak hanya persoalan itu (klithih) tetapi juga persoalan-persoalan lain yang ada di masyarakat," tutup Noviar.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved