Penobatan Raja Charles III
Raja Charles III Ternyata Pernah ke Yogyakarta, Temu Kangen dengan Sultan Hamengkubuwono X
Raja Charles III ternyata pernah mengunjungi Indonesia dan Yogyakarta. Dia bertemu dengan Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dua kali
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM - Hari ini, Sabtu (6/5/2023), Pangeran Charles akan dinobatkan sebagai Raja Charles III, pemimpin monarki Inggris menggantikan sang ibu, Ratu Elizabeth II yang mangkat di bulan September 2022 lalu.
Penobatan akan digelar mulai pukul 06.00 BST atau 12.00 WIB, Sabtu (6/5/2023) di Gereja Westminster Abbey.
Dia dan istrinya, Permaisuri Camilla akan dimahkotai dan menjadi Raja Inggris ke-40.
Ternyata, Raja Charles III pernah menginjakkan kaki di Indonesia dan Yogyakarta setidaknya dua kali, di tahun 1989 dan 2008, melansir catatan arsip Kompas.
Berikut dua lawatan Pangeran Charles ke Indonesia dan Yogyakarta:
1. Tahun 1989

Lawatan pertama Pangeran Charles di tahun 1989 masih didampingi mendiang Putri Diana, istrinya.
Keduanya sampai di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (3/11/1989) dan melaksanakan kunjungan resmi selama empat hari, sampai (7/11/1989).
Kala itu, mereka menumpang pesawat Royal Air Force tipe BAC/Vickers VC 10 dan tiba pukul 15.51 WIB.
Kedatangannya pun disambut sejumlah pejabat negara seperti Menteri Luar Negeri Ali Alatas, Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto, serta Pangdam V Jaya Mayor Jenderal Surjadi Soedirdja.
Setelah mendarat, mobil sedan Mercedes Benz seri S pun membawa Pangeran Charles dan Putri Diana menuju Istana Negara.
Baca juga: PROFIL Raja Charles III Dinobatkan 6 Mei 2023, 70 Tahun Menanti Takhta Kerajaan Inggris
Dalam perjalanan, iring-iringan ini disambut warga masyarakat di sepanjang perjalanannya. Setibanya di Istana Negara, Pangeran Charles dan Putri Diana disambut oleh Presiden Soeharto dan Tien Soeharto.
Hari pertama kunjungan di Indonesia, Pangeran Charles berbincang dengan Presiden Soeharto yang didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Ali Alatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (4/11/2023).
Sementara, istrinya, Putri Diana berkunjung ke Rumah Sakit Kusta Sitanala, Tangerang, Sabtu (4/11/1989).
Dalam berita di Harian Kompas yang terbit Minggu (5/11/1989), kehadiran Putri Diana digambarkan sangat penuh kasih menjumpai para pasien penyakit Kusta.
Hingga era awal dekade 1990-an, penyakit Kusta masih dianggap sebagai penyakit menyeramkan bagi masyarakat.
Putri Diana dalam kunjungan ini tampak tanpa ketakutan sama sekali dan bahkan beberapa kali tanpa ragu bersentuhan langsung dengan para penderita Kusta, terutama pasien anak-anak.
Selanjutnya, pengantin baru itu melanjutkan kunjungan ke Yogyakarta.
Pasangan putra mahkota Kerajaan Inggris ini disambut oleh Raja Kesultanan Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama permaisuri GKR Hemas di Keraton Yogyakarta.
Sejumlah atraksi seni seperti tarian dan wayang kulit disuguhkan Kerajaan Yogyakarta kepada tamu Kerajaan Inggris ini.
Lawatannya ke Yogyakarta tak hanya bertemu dengan Raja Yogyakarta, tapi juga mengunjungi Hutan Wanagama di Kabupaten Gunungkidul.

Hutan Wanagama pada masa itu menjadi salah satu potret keberhasilan mengubah kondisi lahan gersang dan gundul menjadi hutan.
Melansir Arsip Wanagama, Pangeran Charles adalah tokoh dunia pertama yang memijakan kaki di Wanagama, Minggu (5/11/1989).
Ia mendapatkan penjelasan tentang sejarah Wanagamadari Prof. Oemi Hani’in Suseno yang dibantu Prof. Sambas Sabarnurdin.
Dalam buku Wanagama: Kisah Terciptanya Hutan Pendidikan, Konservasi dan Kesejahteraan Sosial Ekonomi bagi Rakyat Sekitar karya Prof. Mohammad Naiem, Pangeran Charles sempat menyampaikan sesuatu berkaitan dengan Wanagama.
“Kondisi lahan seperti apapun, sebenarnya tetap bisa dipulihkan dengan catatan memenuhi lima hal, tiga hal penting diantaranya adalah komitmen, kerja Keras, dan kontinuitas,” kata Pangeran Charles.
Hari keeempat di Indonesia, Senin (6/11/1989), Pangeran Charles dan Putri Diana pun melanjutkan kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta.
Dalam arsip foto Kompas, keduanya disambut meriah dan menyempatkan berkunjung ke sejumlah anjungan budaya di Indonesia, seperti Rumah Gadang yang menjadi anjungan provinsi Sumatera Barat.
Mereka pun berpamitan kepada Presiden Soeharto Selasa (7/11/2023) untuk kembali ke Inggris.

2. Tahun 2008

Lawatan kedua Pangeran Charles ke Indonesia dilakukan pada tahun 2008, berselang 19 tahun setelah kunjungan pertamanya.
Kunjungan kali ini, Pangeran Charles hadir sendiri ke Indonesia. Putri Diana telah wafat di tahun 1997 akibat kecelakaan di Paris, Perancis.
Pesawat yang ditumpangi Pangeran Charles juga mendarat di bandara yang sama pada kunjungannya yang pertama, yaitu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (1/11/2008).
Agenda utama kunjungan kedua kalinya ke Indonesia adalah melihat langsung proyek penghutanan kembali di wilayah Jambi yang merupakan bantuan Pemerintah Inggris, yaitu Hutan Harapan.
Tujuan kunjungan ini semakin menegaskan akan tingginya perhatiannya terhadap lingkungan hidup.
Hutan di Indonesia di mata Pangeran Charles sangat penting karena Indonesia memiliki hutan tropis terbesar yang sangat baik dalam penyerapan karbon, terlebih lagi kondisi perubahan iklim global yang semakin meningkat.
Baca juga: CATAT! Jadwal Live Streaming Penobatan Raja Charles III, Momen Sejarah Tak Boleh Dilewatkan
Hutan Harapan di Jambi pun menjadi tujuan pertama selama kunjungannya di Indonesia.
Sehari setelah tiba di Indonesia, Pangeran Charles pun lalu mengunjunginya, Minggu (2/11/2008).
Dilanjutnya, usai mendatangi Hutan Harapan, Pangeran Charles pun hadir ke Istana Merdeka untuk penyambutan resmi kedatangannya, Senin (3/11/2008).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar pun melakukan penyambutan putra mahkota Kerajaan Inggris ini.
Selain penyambutan, pertemuan ini juga diisi pemaparan masing-masing terkait tema lingkungan.
Pangeran Charles dalam kesempatan ini memaparkan pidatonya dengan tema masa depan hutan tropis dan peran negara berkembang dalam melestarikan hutan tropis.
Hari selanjutnya, yaitu Selasa (4/11/2008), Pangeran Charles pun melawat lagi ke Yogyakarta.
Momen ini juga menjadi momen kedua kalinya bagi Sri Sultan HB X menjamu tamu Kerajaan Inggris ini setelah 19 tahun sebelumnya di tempat yang sama, yaitu Keraton Yogyakarta.
Atraksi seni berupa tarian Jawa, seperti Tari Golek Menak Rengganis, disuguhkan untuk menghibur dan menyambut Sang Pangeran Inggris tersebut.
Visi lingkungan hidup pun masih tetap menyertai Pangeran Charles ketika berada di Yogyakarta.
Baca juga: Tragedi Kanjuruhan Mendunia, Raja Charles III Turut Berbela Sungkawa
Setelah kunjungan sebelumnya mengunjungi Hutan Wanagama, kali ini dirinya memadukan antara visi lingkungan hidup dengan ajaran-ajaran antar lintas keyakinan.
Pangeran Charles pun berkunjung ke Pondok Pesantrean Nahdlatul Ulama Krapyak, Yogyakarta.
Di tempat ini Pangeran Charles pun mendengarkan pembacaan ayat suci Al Quran Surat An Nur ayat 39-41 yang berisi pesan tentang lingkungan alam.
Selain di Kraton Yogyakarta dan Pondok Pesantren NU Krapyak, Pangeran Charles juga mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
Beberapa foto arsip Kompas memperlihatkan Pangeran Charles mengamati sejumlah relief-relief candi terbesar di dunia ini.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
Pangeran Charles
Penobatan Raja Charles III
Raja Charles III
Ratu Elizabeth II
Putri Diana
Sri Sultan Hamengkubuwono X
GKR Hemas
Tribunjogja.com
Mengapa Pangeran Harry Tidak Pakai Seragam Tentara saat Penobatan Raja Charles III? |
![]() |
---|
Serba-serbi Penobatan Raja Charles III, Pangeran Louis Curi Perhatian |
![]() |
---|
33 Fakta Raja Charles III: Pelukis, Penulis, Pesulap, Pemain Cello, Alumnus University of Cambridge |
![]() |
---|
Fakta-fakta Ratu Permaisuri Camilla, dari Sosok Kontroversial hingga Jadi Istri Sang Raja |
![]() |
---|
Apa Itu Coronation untuk Raja Charles III? Ini Penjelasan dan Faktanya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.