Kerusuhan Arema FC Vs Persebaya
Tragedi Kanjuruhan Mendunia, Raja Charles III Turut Berbela Sungkawa
Pemimpin Kerajaan Inggris, Raja Charles III mengaku dirinya dan Permaisuri Camilla Parker Bowles sangat sedih mendengar tragedi yang terjadi
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang menjadi perbincangan dunia.
Sederet pesepakbola legendaris, termasuk Wayne Rooney, Sergio Ramos dan Mesut Ozil turut mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggotanya.
Tidak hanya pesepakbola, Pemimpin Kerajaan Inggris, Raja Charles III mengaku dirinya dan Permaisuri Camilla Parker Bowles sangat sedih mendengar tragedi yang terjadi di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Raja Charles III pun menyampaikan pesan kepada seluruh warga Indonesia.
"Saya dan istri sangat sedih mendengar hilangnya nyawa dan cedera pada pertandingan sepak bola di Malang pada 1 Oktober," kata Raja Charles III di akun Instagram Kerajaan Inggris, Rabu (5/10/2020).
Raja Charles III berharap seluruh keluarga korban dan warga Indonesia kuat menghadapi masa sulit ini.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Anda, keluarga yang terkena dampak dan rakyat Republik Indonesia di masa yang sulit ini," imbuhnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino seusai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Lantas, apa saja yang dibicarakan Jokowi dan Gianni Infantino?
"Hari Senin malam saya telah bertelepon langsung, berbicara langsung dengan Presiden FIFA Presiden Infantino, berbicara banyak mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang," kata Jokowi, Rabu (5/10/2022).
Jokowi mengatakan dia membahas tentang sepakbola U-20. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada FIFA terkait keputusan apa pun seusai tragedi Kanjuruhan.
Baca juga: Dari Sleman untuk Kanjuruhan, Doa Suporter Mengalir Deras untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
"Dan juga berbicara mengenai FIFA U-20 berbicara banyak, tetapi keputusan apa pun kewenangan di FIFA," ujar Jokowi.
Di sisi lain, pemerintah sebelumnya telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tragedi Kanjuruhan.
Jokowi memerintahkan TGIPF sudah bisa menyimpulkan tragedi Kanjuruhan kurang dari sebulan.
"Tim Pencari Fakta itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai 1 bulan. Sudah bisa menyimpulkan. Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui. Tinggal masalah-masalah detailnya yang itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai 1 bulan," kata Menko Polhukam Mahfud MD, Selasa (4/10/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Terjemahan-Teks-Lengkap-Pidato-Pertama-Raja-Charles-III-Setelah-Naik-Tahta-Jadi-Raja-Inggris.jpg)