Dari Sleman untuk Kanjuruhan, Doa Suporter Mengalir Deras untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Bertajuk 'Dari Sleman untuk Kanjuruhan', penghuni tribun selatan Stadion Maguwoharjo ini bakal menggelar salat gaib serta doa lintas agama

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Suporter dari berbagai klub berfoto bersama seusai doa bersama dan salat gaib yang diselenggarakan di Stadion Mandala Krida, Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM- Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) lalu, menyisakan duka mendalam bukan hanya bagi keluarga korban dan Aremania, melainkan juga insan sepak bola Indonesia.

Ungkapan doa dan simpati terus mengalir atas berpulangnya 125 korban jiwa. Keprihatinan yang mendalam membuat masyarakat sekitar Malang Raya berdatangan, salah satunya dari kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS).

Bertajuk 'Dari Sleman untuk Kanjuruhan', penghuni tribun selatan Stadion Maguwoharjo ini bakal menggelar salat gaib serta doa lintas agama untuk mendoakan korban tragedi Kanjuruhan, Kamis (6/10) di Parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, mulai pukul 18.00 WIB.

"Mengundang seluruh pecinta sepak bola tanah air dan elemen masyarakat untuk bersatu dalam kebersamaan," cuit akun twitter Brigata Curva Sud.

Mengonfirmasi hadir dalam kegiatan ini ialah wadah suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident.

"Sepak bola mengajarkan persatuan, solidaritas dan loyalitas! Lupakan sejarah kelam masa lalu, mari wujudkan marwah sepak bola yang sebenarnya! Brajamusti menyatakan akan menghadiri acara doa bersama Dari Sleman untuk Kanjuruhan. Sampai bertemu di MIS saudaraku," cuit akun twitter Brajamusti.

Dalam keterangan selanjutnya, Brajamusti akan berkumpul sore ini di Mandala Krida pukul 16.00 WIB, sebelum bertolak menuju Stadion Maguwoharjo.

Sebelumnya, doa bersama yang diikuti ribuan suporter juga terselenggara di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (4/10).

Ini menjadi momen bersejarah, tersaji pemandangan langka, sebab suporter PSIM Yogyakarta, Persis Solo, PSS Sleman, serta klub-klub lainnya di tanah air, membaur menjadi satu. Bertahun-tahun rivalitas kurang sehat yang mewarnai, kini tak membekas lagi.

Perwakilan BCS, Zulfikar yang juga turut hadir dalam momen bersejarah tersebut mengaku gembira dengan terselenggaranya acara ini. Ini merupakan salah satu bentuk rasa duka yang sama atas apa yang menimpa suporter di Malang.

"Kita di sini dalam rangka mensukseskan doa bersama bagi saudara kita di Malang dimana kemarin ada 125 orang yang meninggal. Tentu kita sebagai sesama suporter sangat kaget, syok, dengan adanya tragedi itu," kata Zulfikar usai acara.

Suporter PSS menyambut positif kegiatan yang akhirnya mempersatukan lagi antara suporter PSS dan suporter PSIM. Ini merupakan momen menggembirakan yang wajib dilanjutkan.

"Kita bersyukur dengan momen ini. Ini kan organik dari teman-teman yang di bawah, sudah klik. Kita teman-teman disini tinggal mengamini saja, tinggal menggongkan saja," ujar Zulfikar.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved