Kasus Mutilasi di Sleman

Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Sleman, Terungkap Kronologi Pelaku Membunuh dan Memotong Tubuh Korban

Satu adegan yang diperagakan dalam reka ulang itu adalah bagaimana awal mula membunuh korban lalu mayatnya dimutilasi di kamar mandi.

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Tersangka HP memperagakan bagaimana membunuh korban, lalu memutilasi dan membuang potongan isi perut korban ke dalam kloset kamar mandi di sebuah Wisma penginapan di Pakem 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Direktorat Reskrimum Polda DIY menggelar rekontruksi kasus pembunuhan yang disertai mutilasi dengan korban Ayu Indraswari, warga Patehan, pada Rabu (12/4/2023).

Rekonstruksi menghadirkan tersangka tunggal Heru Prasetyo (23) dan dilaksanakan di 8 lokasi.

Salah satu lokasi berada di sebuah wisma di Pakembinangun, yang menjadi lokasi mayat korban ditemukan di kamar mandi dalam kondisi mengenaskan. 

Pada gelar rekontruksi tersebut, tersangka memperagakan 64 adegan.

Satu di antaranya adegan bagaimana awal mula membunuh korban lalu mayatnya dimutilasi di kamar mandi.

Pembunuhan sadis itu dilakukan dengan tenang tanpa ada teriakan. 

"Jadi awalnya korban dipukul pakai paralon besi. Mungkin (setelah dipukul) masih ada perlawanan (dari korban). Tapi nggak mampu untuk melawan. Karena mungkin sudah setengah mati, sehingga dia sudah tidak mampu untuk meminta tolong untuk berteriak kencang karena ya, dari kondisi korban sudah setengah mati," kata Wadir Reskrimum Polda DIY, AKBP Tri Panungko, Rabu (12/4/2023). 

Menurut Tri Panungko, tersangka memukul korban menggunakan pipa besi dua kali.

Setelah korban sekarat, tersangka lalu dengan keji menusuk sekaligus menggorok leher korban menggunaan pisau bayonet atau pisau komando.

Tusukan di leher itu yang membuat korban akhirnya kehilangan nyawa. 

"(Penyebab kematian korban) digorok di leher. Waktu dipukul dia masih setengah sadar. Cuma tidak bisa membela diri. Ditambah dengan tusukan digorok," katanya. 

Setelah korban meninggal dunia, tersangka berusaha menghilangkan jejak pembunuhan sadis itu dengan memutilasi mayatnya.

Mayat dipotong menjadi 3 bagian besar dan 62 bagian kecil.

Selain itu, tersangka juga memperagakan adegan bagaimana memasukkan bagian isi perut korban ke dalam toilet.

Semua dilakukan dengan tenang, bahkan pelaku sempat membersihkan darah yang tercecer di lantai menggunakan kaosnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved