Produsen dan Distributor Motor Listrik Sebut Masyarakat Mulai Tertarik Setelah Ada Insentif
Ada tiga produsen motor listrik yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan insentif tersebut, yaitu Gesits, Volta, dan Selis.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah resmi memberikan insentif pembelian motor listrik mulai 20 Maret 2023 mendatang.
Besaran insentif pembelian motor listrik dari pemerintah mencapai Rp7juta.
Ada tiga produsen motor listrik yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan insentif tersebut, yaitu Gesits, Volta, dan Selis.
Sales Gesits Yogyakarta, Mikael Edgar, mengatakan pemberian insentif bisa meningkatkan penjualan motor listrik Gesits.
Terlebih saat ini pemerintah tengah mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik di era elektrifikasi.
"Sekarang kan pemerintah sedang menekankan penggunaan kendaraan listrik, adanya insentif itu tentu akan meningkatkan penjualan motor listrik Gesits. Apalagi Gesits menjadi salah satu yang ditunjuk untuk pemberian insentif," katanya, Jumat (10/03/2023).
Ia menyebut migrasi motor konvesional ke listrik mungkin membutuhkan waktu. Pasalnya masyarakat masih ragu-ragu untuk memakai kendaraan listrik.
Hanya saja pemberian insentif tersebut membangkitkan keingintahuan masyarakat akan kendaraan listrik.
"Motor listrik kan belum terlalu dilirik masyarakat, masih ragu-ragu mau pakai. Kalau di cabang sini sebulan paling 1-2 aja yang keluar. Tetapi setelah ada rencana insentif sudah mulai banyak juga yang tanya-tanya,"lanjutnya.
Saat ini Gesits baru mengeluarkan satu tipe motor listrik yaitu G1, yang tersedia dalam tiga warna yaitu merah, hitam, dan putih.
Ada sederet keunggulan Gesits G1, salah satunya pengisian daya yang relatif cepat yaitu dua jam per baterai.
Pengisian daya pun bisa dilakukan dengan melepas baterai maupun langsung di motor.
"Untuk harga satu unit itu Rp28,5 juta. Kalau dari Gesits itu baterainya satu, tetapi kalau mau menambah baterai bisa, nambah Rp8,2 juta. Nanti bisa menggunakan dua baterai. Kalau satu baterai bisa menyembuhkan 70 km, tapi kalau dua baterai bisa sampai 100 km,"terangnya.
"Kemudian dayanya juga tidak besar, rumah dengan daya 900 watt bisa, bahkan 450 watt juga bisa. Itungannya lebih murah juga dibanding motor konvensional, karena per 50 km itu cuma keluar Rp2.200 aja. Maintenance juga nggak ribet, karena tidak ada pembakaran. Paling cuma cek rem, kampas, tergantung pemakaian. Nanti teknisinya bisa datang ke rumah juga kalau ada masalah,"lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-supermarket-motor-listrik-Motoliz.jpg)