Produsen dan Distributor Motor Listrik Sebut Masyarakat Mulai Tertarik Setelah Ada Insentif
Ada tiga produsen motor listrik yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan insentif tersebut, yaitu Gesits, Volta, dan Selis.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Terpisah, Staf Supermarket Motor Listrik Motoliz, Rahma mengungkapkan antusiasme masyarakat akan motor listrik mulai terlihat sejak adanya insentif.
Menurut dia, masyarakat masih ragu-ragu untuk membeli motor listrik.
"Masyarakat sudah mulai tanya-tanya, tetapi masih ragu untuk membeli. Kebanyakan tanya soal perawatannya, cara ngecasnya, masih banyak yang bingung. Sementara tanya-tanya dulu,"ungkapnya.
Ada beberapa merek motor listrik yang dijual di Motoliz, mulai dari Volta, Uwinfly, ECGO, dan lain-lain.
Namun untuk motor subsidi, saat ini Motoliz baru menyediakan Volta saja, mulai dari Volta 401,Volta Virgo, dan Volta Mandala.
Menurut informasi sementara yang ia ketahui, tidak semua masyarakat bisa mendapat subsidi.
"Setahu saya harus DP dulu Rp500ribu sama menunjukkan KTP, nanti dilihat cocok atau enggak. Kalau tidak cocok, ya tidak bisa dapat subsidi. Tetapi kriterianya bagaimana belum tahu persis,"sambungnya.
Untuk harga motor listrik Volta saat ini sekitar Rp16.9 juta. Jika mendapat insentif, maka harga satu unit sekitar Rp9jutaan.
Terkait dengan keunggulan motor listrik, ia menyebut lebih irit dibanding motor konvesional. Sebab hanya mengeluarkan sekitar Rp3.000 per 60 km.
Selain itu, biaya perawatan bisa dibilang irit, sebab tidak perlu ganti oli dan tidak perlu servis rutin.
"Ya tergantung pemakaian, kalau ada keluhan saja. Untuk Volta ini kan baterainya lithium, ngecas dari nol sampai penuh itu sekitar 5 jam, umur baterai bisa 3-4 tahun. Kemudian baterai bisa dilepas, tidak ditanam,"bebernya.
Sementara ini, motor listrik yang digemari konsumen adalah merk Uwinfly, sebab harganya yang lebih terjangkau sekitar Rp10jutaan. Bodi motor yang klasik juga menjadi saya tarik.
"Untuk ngecas dari nol sampai penuh itu 8 jam, baterai tanam. Untuk datanya juga sama-sama rendah sih. Motor listrik memang lebih irit, kalau untuk kota-kota ya cocok. Cuma kalau untuk luar kota agak susah, karena harus ngecas. Kebanyakan konsumen yang beli motor listrik itu karena sebelumnya sudah mencoba sepeda listrik dulu,"imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-supermarket-motor-listrik-Motoliz.jpg)