Kepala Dinpar DIY Jelaskan Alasan Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun pada Awal 2023

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharja, menyampaikan bahwa kondisi tersebut umumnya terjadi pada awal tahun.

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Wisatawan sedang menikmati suasana di Malioboro Yogyakarta belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di wilayahnya selama Januari 2023.

Data BPS DIY menunjukkan, jumlah kunjungan Wisman ke DIY pada Januari 2023 turun 24,88 persen dibandingkan Desember 2022, yaitu dari 5.169 kunjungan menjadi 3.883 kunjungan Wisman.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharja, menyampaikan bahwa kondisi tersebut umumnya terjadi pada awal tahun.

"Musimnya wisatawan mancanegara itu dari Juni sampai Desember. Nah, low seasson (Wisman) biasanya memang Januari. Jadi sudah seperti itu setiap tahun. Walaupun sebetulnya, kalau kita lihat dari data kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta itu belum kembali pulih seperti sebelum pandemi Covid-19," kata Singgih kepada Tribun Jogja melalui sambungan telepon, Senin (6/3/2023).

Namun, di sisi lain, ia menilai untuk kunjungan wisatawan domestik ke Yogyakarta saat ini sudah dapat dikatakan pulih, bahkan sudah melebihi jumlah kunjungan wisatawan dari sebelum pandemi Covid.

"Tapi, untuk wisatawan macannegaranya memang belum begitu banyak dan trend (Wisman) pada Januari itu selalu ada penurunan. Saya kira, itu juga bisa dialami oleh beberapa provinsi yang lain," papar dia.

Namun ia bersyukur, saat Januari 2023 lalu, di wilayah DIY terdapat beberapa event bersekala internasional dan dinilai cukup memberikan efek kepada jumlah kunjungan wisatawan.

“Jadi trend-nya memang Januari, Februari dan Maret itu low seasson (Wisman). Maka, kemudian event-event yang ada pada Januari itu bisa mendongkrak walau tidak terlalu signifikan terhadap jumlah kunjungan. Sementara, dari akses stabilitas dan jumlah wisatawan yang bergerak pun juga masih terbatas," urai Singgih.

Kendati begitu, Singgih pun tidak bisa menghitung secara pasti, seberapa banyak peningkatan jumlah Wisman yang berkunjung ke DIY saat event sekala internasional digelar pada Januari 2023.

“Karena kondisi secara global juga belum pulih. Kalau kondisi global belum pulih artinya dari aksesibilitas atau dari (jumlah) penerbangan (jalur internasional) itu sendiri juga belum bisa pulih seperti sebelum pandemi," jelasnya.

"Belum lagi terdapat konflik antara Rusia dan Ukraina serta lain sebagainya. Hal itu berpengaruh terhadap situasi global yang tidak stabil dan mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara," tambah Singgih.

Begitu pula dengan kondisi Covid-19 di beberapa negara pada saat ini yang dinilai olehnya belum sepenuhnya pulih.

"Mungkin juga isu resesi itu (bisa mempengaruhi jumlah kunjungan wisman di Yogyakarta). Karena di beberapa negara juga terjadi resesi baik itu di Amerika dan Itali, (sehingga) berpengaruh terhadap hal itu (kunjungan wisman)," ujarnya.

"Kondisi ekonomi secara global sangat bervariasi itu, juga mungkin menyebabkan jumlah kunjungan (Wisman di Yogyakarta menurun). Tidak hanya di Jogja saja, tapi kemungkinan juga di beberapa daerah kunjungan wisatawan mungkin sama," sambung Singgih.

Ia pun turut menyinggung mengenai esensi daya tarik pariwisata untuk berkunjung ke DIY.

Di mana esensi pariwisata dijelaskan olehnya tidak hanya berdasarkan event sekala internasional yang memberikan trigger kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana pelaku wisata bisa membuat daya tarik tersendiri untuk Wisman terus mengunjungi lokasi pariwisata tersebut. 

"Misalnya dari daya tarik pariwisata dari budaya kita yang dipadukan secara heritage maupun alam. Hal itu juga menjadi bagian yang perlu didorong, sehingga tidak hanya mengandalkan event sekalah internasional saja untuk menarik wisatawan," pesan Singgih.

"Nah hal itu menjadi nilai tambah sebetulnya untuk wisatawan berkunjung dan menikmati hal yang lain," pungkas Singgih.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved