Perang Rusia Vs Ukraina

Ekonom Prof Jeffrey Sachs Percaya Laporan Seymour Hersh Terkait Sabotase Nord Stream

Ekonom terkemuka AS Prof Jeffrey Sachs percaya laporan mendlaam Seymour Hersh yang menyebut AS meledakkan pipa Nord Stream di Laut Baltik.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Southfront.org
Gas metana muncul ke permukaan Laut Baltik di dekat Pulau Bolstrom Denmark setelah diledakkan tim khusus operasi rahasia AS yang diperintahkan Presiden Joe Biden dan timnya. Peristiwa sabotase objek vital ini terjadi 26 September 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Ekonom terkemuka AS, Prof Jeffrey Sachs menyebut laporan mendalam jurnalis Seymour Hersh tentang sabotase pipa Nord Stream dan Nord Stream 2 dapat dipercaya.

Sachs mengemukakan pendapatnya di saluran televisi CGTN, dan dikutip Ria Novosti, Selasa (28/2/2023).

“Meskipun penyelidikan ditolak oleh AS dan pemerintah lain, mereka tidak memberikan satu detail pun yang membantah artikel tersebut, itu hanya penolakan datar,” kata Sachs.

“Mereka mengatakan itu adalah fantasi, itu bohong, tetapi mereka tidak memberikan alternatif apa pun dan tidak menunjukkan satu fakta pun yang akan menyangkal artikel Hersh," lanjut Sachs.

Menurutnya, sangat sulit untuk mengatur serangan teroris terhadap fasilitas laut dalam.

Baca juga: Seymour Hersh : AS Ledakkan Nord Stream untuk Paksa Jerman

Baca juga: Peledakan Nord Stream Punya Konsekuensi Sangat Serius bagi Eropa

Baca juga: Washington Berkelit soal Nord Stream, Minta Jurnalis Tanya ke Denmark

“Jalur pipa berada di kedalaman sekitar 90 meter. Itu adalah baja besar dan tebal yang terbungkus beton yang lebih tebal, butuh banyak bahan peledak untuk meledakkan tiga dari empat pipa,” jelasnya.

“Bagian dari rencana gagal, niat yang jelas adalah untuk meledakkan keempat pipa, tetapi ini menunjukkan betapa sulitnya secara teknis. Sangat sedikit pemerintah yang dapat melakukan ini, AS jelas salah satunya," ekonom itu meyakinkan.

Sachs mengingat ancaman Presiden AS Joe Biden untuk memengaruhi Nord Stream jika terjadi konflik antara Moskow dan Kiev, dan juga berbicara tentang sikap terhadap proyek Rusia-Jerman di barat.

"Politisi Amerika membenci Nord Stream, mereka sangat membencinya, tidak sehari pun berlalu tanpa mengatakan betapa memalukannya proyek ini," kata profesor itu.

Ilmuwan mengritik keputusan Swedia yang dianggapnya memalukan karena menutup akses ke informasi yang diperoleh selama penyelidikan serangan itu.

Stockholm sebenarnya bisa bertindak bukan sebagai penyelidik, tetapi malah jadi "pembersih" yang menyembunyikan bukti serius di lokasi kejadian.

"Saya pikir organisasi yang tepat untuk penyelidikan ini adalah Dewan Keamanan PBB, dan jika satu negara tiba-tiba mengatakan 'tidak-tidak-tidak-tidak, tidak ada penyelidikan,' itu akan sangat aneh, jadi mari kita lihat apakah itu terjadi," kata Sachs..

Pada awal Februari, jurnalis Amerika dan pemenang Hadiah Pulitzer Seymour Hersh menerbitkan penyelidikan atas ledakan Nord Stream.

Menurutnya, penyelam Amerika menanam bahan peledak di bawah pipa gas musim panas lalu selama latihan Baltops 2022, dan tiga bulan kemudian orang Norwegia menjalankannya.

Selain itu, Biden memutuskan sabotase setelah lebih dari sembilan bulan berdiskusi rahasia dengan tim keamanan nasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved