Perang Rusia Vs Ukraina
Putin : Rusia Kembali Hadapi Nazisme Lewat Simbol Tank Jerman di Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Rusia kini nyata-nyata menghadapi kembali Nazisme sebagaimana disimbolkan kehadiran tank Jerman di Ukraina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Kamis (2/2/2023) mengatakan, Nazisme dengan kedoknya di Ukraina, sekali lagi mengancam Rusia.
Dikutip Russia Today dan Sputnik, Putin menegaskan untuk itu Moskow sekali lagi harus mengambil sikap melawan kekuatan kolektif barat.
Mengacu konflik yang sedang berlangsung di Ukraina, Putin mengingatkan Rusia sekali lagi diancam tank Jerman (Leopard 2) yang akan segera dikirimkan ke Ukraina guna melawan Rusia.
Putin menyampaikan pernyataan pada pidato peringatan 80 tahun kemenangan Tentara Merah melawan pasukan Nazi Jerman di Stalingrad.
Putin menambahkan, kekuatan asing kini menggunakan pengikut Stepan Bandera, tokoh kolaborator Nazi Ukraina yang terkenal pada Perang Dunia II, untuk menyerang Rusia.
Presiden Rusia memperingatkan mereka yang berusaha menyeret Jerman ke dalam perang baru dan berharap meraih kemenangan di medan perang, tampaknya hari ini gagal memahami Rusia.
Baca juga: Bagaimana Leningrad Selamat dari Keganasan Nazi Jerman? BAGIAN 1
Baca juga: Vladimir Putin : Tentara Merah Bebaskan Kamp Auschwitz-Birkenau dari Nazi Jerman
Baca juga: Vladimir Putin : Kita Akan Memecahkan Rudal Patriot Seperti Kacang
Pertempuran Stalingrad adalah pertempuran terbesar dalam Perang Dunia II, meletakkan dasar bagi kemenangan Tentara Merah atas pasukan Nazi Jerman.
Setelah Stalingrad dibebaskan dari kepungan pasukan Hitler, pasukan Soviet berbalik mampu menyapu Eropa timur hingga kemudian menghancurkan Hitler di Berlin pada Mei 1945.
Pidato Putin dan acara peringatan 80 tahun pertempuran Stalingrad digelar di gedung konser Moskow.
Kekalahan di Stalingrad mengejutkan seluruh Nazi Jerman, mengguncang posisi kebijakan luar negerinya dan merusak kepercayaan di antara negara-negara satelitnya saat itu.
Adolf Hitler dan pasukan Jerman yang sangat besar dan terlatih, yakin Uni Soviet akan kehilangan kota itu dalam hitungan hari. Dugaan mereka meleset, dan berbalik kehancuran.
Operasi Uranus
Setiap 2 Februari, Rusia merayakan Hari Kehormatan Militer. Tepat 80 tahun yang lalu pada hari ini, Tentara Merah memenangkan pertarungan paling berdarah dalam sejarah manusia, Pertempuran Stalingrad.
Kemenangan Uni Soviet itu merupakan buah dari sukses operasi serangan balik Uranus.
Pagi-pagi sekali, tepat 80 tahun yang lalu, para prajurit Angkatan Darat Rumania ke-3 yang jadi sekutu Nazi Jerman, dibangunkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tentara-Merah-di-Medan-Perang-Leningrad.jpg)