Perang Rusia Vs Ukraina

Vladimir Putin : Kita Akan Memecahkan Rudal Patriot Seperti Kacang

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pengiriman rudal Patriot ke Ukraina akan sia-sia. Rusia siap menghancurkan Patriot seperti memecahkan kacang.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AP Photo Via Kompas.com
Sistem pertahanan rudal Patriot buatan Raytheon USA. AS memberikan bantuan sistem rudal pertahanan udara ini ke Ukraina guna menghadapi serangan Rusia. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pengiriman sistem rudal Patriot ke Ukraina hanya akan memperpanjang krisis.

Kehadiran senjata pertahanan udara buatan Raytheon USA itu menurut Putin tidak akan mengubah hasilnya. Rusia, kata Putin, akan menghancurkan Patriot seperti memecahkan kacang.

“Pengiriman (Patriot) akan sia-sia,” kata Putin berbicara setelah pertemuan Dewan Keamanan Rusia di Moskow, Kamis (22/12/2022).

“Oke, biarkan mereka melakukannya. Kami juga akan memecahkan (rudal) Patriot (seperti kacang),” tandas Putin dikutip Sputniknews.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara khusus berkunjung ke Washington pada Rabu (21/12/2022), bertemu Presiden Joe Biden di Gedung Putih.

Bersamaan kunjungan Zelensky, Menlu AS Antony Blinken mengumumkan paket bantuan senjata baru senilai $1,85 miliar ke Ukraina, termasuk sistem rudal Patriot.

Baca juga: Joe Biden Beri Zelensky Rudal Patriot dan Bom Pintar untuk Perkuat Jet Tempur Ukraina

Baca juga: Rusia Ancam Yunani Jika Pasok Ukraina Rudal S-300 dari Pulau Kreta

Baca juga: Ukraina Nyaris Bunuh Jenderal Gerasimov, Pejabat AS Berusaha Mencegahnya

Moskow telah berulang kali memperingatkan kekuatan barat tentang konsekuensi bantuan senjata ke Kiev.

"Musuh kita berangkat dari gagasan ini dianggap sebagai senjata pertahanan. Baiklah, kita akan mengingatnya, dan penawarnya selalu dapat ditemukan," kata Putin.

Presiden Vladimir Putin meyakinkan pengiriman Patriot akan sia-sia, dan hanya akan memperpanjang konflik.

Mengenai karakteristik tempur sistem rudal Patriot, Putin mengatakan itu adalah sistem yang agak tua yang tidak berfungsi seperti, katakanlah seperti S-300 buatan Rusia.

Baterai rudal Patriot terdiri dari enam peluncur dan peralatan pendukung, termasuk radar susunan bertahap, tiang antena radar opsional, generator diesel opsional, dan pusat kendali/operasi.

Putin juga menyentuh sejumlah masalah lain, menegaskan kembali Rusia telah dibodohi pada pertengahan hingga akhir 2010-an dengan mencoba menyelesaikan krisis Ukraina melalui Perjanjian Minsk.

Ia menyatakan tujuan operasi militer Rusia di Ukraina termasuk membela Donbass dan Ukraina pro-Rusia di Ukraina.

“Tujuan kami bukan untuk lebih mengobarkan konflik Ukraina, tetapi sebaliknya, untuk mengakhiri perang ini. Kami berjuang ke arah ini dan akan terus melakukannya,” kata Putin.

"Semua konflik bersenjata berakhir dengan satu atau lain cara dengan semacam negosiasi di jalur diplomatik. Rusia tidak pernah menolak negosiasi dengan Ukraina, Kiev-lah yang melarang dirinya untuk berdialog," tudingnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved