Perang Rusia Vs Ukraina

Setelah Tank Dipenuhi, Ukraina Minta Kapal Selam, Kapal Fregat dan Jet Tempur

Wakil Menlu Ukraina Andrew Melnyk meminta Jerman mengirimkan satu kapal selam dan kapal fregat untuk memerangi Armada Laut Hitam Rusia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Bundeswehr
Tank Leopard dioperasikan Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr. Menghadapi perubahan peta politik dan konflik terkini, Jerman mereformasi militernya dari pasif menjadi lebih agresif secara anggaran maupun kemampuan persenjataannya. 

TRIBUNJOGJA.COM, KIEV – Setelah permintaan tank tempur utama dipenuhi Inggris, Jerman, AS dan Polandia, pejabat tinggi Ukraina kini meminta kapal selam dan kapal fregat ke Jerman.

Pemerintah Jerman telah menyerah pada tekanan berbulan-bulan dari Washington dan Kiev serta kekuatan barat lainnnya.

Mereka akhirnya setuju mengirim 14 unit tank tempur utama Leopard 2 ke Ukraina, menandai eskalasi besar dalam konflik proksi NATO-Rusia di Ukraina.

Kiev kemudian meminta lebih lanjut kekuatan barat agar mengirimkan perangkat keras yang lebih canggih, termasuk jet tempur.

Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Melnyk, meminta Jerman mengirim satu atau lebih kapal selamnya.

Bahkan mungkin kapal fregat mereka yang dinonaktifkan untuk dikirim ke Ukraina untuk “menendang armada Rusia keluar dari Laut Hitam.”

Baca juga: Menlu Jerman : Jerman Sedang Berperang Melawan Rusia

Baca juga: Politisi Jerman Kecam Keras Pengiriman Tank Leopard ke Ukraina

Baca juga: Boris Pistorius Akan Lebih Galak Bawa Militer Jerman ke Perang Ukraina

Dalam serangkaian tweet Sabtu dan Minggu, Melnyk – mantan duta besar Ukraina untuk Jerman, menguraikan mengapa Berlin harus mengirim U-boatnya ke zona perang.

“Jerman (ThyssenKrupp) memproduksi salah satu kapal selam terbaik di dunia,” tulis Melnyk, mengacu pada kapal selam diesel-listrik Type 212A yang dibuat oleh raksasa baja dan pertahanan Jerman ThyssenKrupp AG.

“Bundeswehr memiliki 6 U-boat seperti itu. Mengapa tidak mengirim satu ke Ukraina?” tanya Melnyk.

“Ini bukan angan-angan, tapi pengalaman pribadi saya. Sebagai konsul jenderal di Hamburg, saya berada di U-212A di pangkalan angkatan laut Eckernforde pada 2008,” urainya.

“Sangat besar! Seorang laksamana mengatakan kepada saya: Anda memerlukan satu kapal selam untuk menjaga armada Laut Hitam Rusia,” cuitnya disertai diagram potongan kapal selam.

Melnyk juga mendesak Jerman untuk mengirim fregat Lubeck yang baru saja dinonaktifkan.

Aatau setidaknya persenjataannya seperti (system) rudal Sea Sparrow dan rudal (anti-kapal) Harpoon.

Di tweet lain, dia memposting tautan ke video promosi ThyssenKrupp di sub Ekspedisi Tipe 212CD.

Sebuah kapal patroli meninggalkan pangkalan perbatasan di pelabuhan Mariupol, Laut Hitam Ukraina, pada 11 Februari 2022. Rusia telah mengirim enam kapal perang tambahan ke wilayah itu selama seminggu latihan angkatan laut yang melibatkan puluhan kapal angkatan laut besar mulai akhir pekan ini.
Sebuah kapal patroli meninggalkan pangkalan perbatasan di pelabuhan Mariupol, Laut Hitam Ukraina, pada 11 Februari 2022. Rusia telah mengirim enam kapal perang tambahan ke wilayah itu selama seminggu latihan angkatan laut yang melibatkan puluhan kapal angkatan laut besar mulai akhir pekan ini. (Alexey Filippov / AFP)

Melnyk juga meminta NATO untuk Menyusun rencana utama mengalahkan Rusia dengan pengiriman senjata modern yang terkoordinasi dengan ketat termasuk jet tempur dan kapal selam.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved