Perang Rusia Vs Ukraina
Presiden Brasil Tolak Jual Amunisi Tank ke Ukraina
Presiden Brasil Luis Inacio Lula da Silva menolak permitaan Jerman agar menjual amunisi tank untuk dikirim ke Ukraina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BRASILIA - Presiden Brasil Lula da Silva menolak tawaran menjual amunisi tank ke Jerman untuk digunakan di Ukraina.
Surat kabar Brasil, Folha de Sao Paulo, melaporkan pada Sabtu (28/1/2023) WIB. Sebagai kritikus vokal barat terhadap Ukraina, Lula berusaha tetap netral dalam konflik ini.
Presiden Lula diduga menolak permintaan tersebut pada pertemuan dengan kepala pertahanan Brasil dan Menteri Pertahanan Jose Mucio pekan lalu.
Menurut sumber surat kabar itu, komandan angkatan darat Julio Cesar de Arruda mengatakan kepada Lula Jerman ingin membeli peluru senilai kurang dari $5 juta untuk tank Leopard 1-nya.
Lula dilaporkan mempertimbangkan meminta Berlin untuk menjamin itu tidak akan mengirim amunisi ke Ukraina, tetapi akhirnya menolak tawaran tersebut.
“Alasannya, tidak ada gunanya memprovokasi Rusia," seperti yang dikatakan oleh Folha de Sao Paulo.
Kurang dari seminggu kemudian, Jerman secara resmi mengumumkan mereka akan menyumbangkan kekuatan tank tempur utama Leopard 2 ke Ukraina.
Baca juga: Jerman Resmi Umumkan Akan Kirim 14 Tank Tempur Utama Leopard ke Ukraina
Baca juga: Menlu Jerman : Jerman Sedang Berperang Melawan Rusia
Baca juga: Politisi Jerman Kecam Keras Pengiriman Tank Leopard ke Ukraina
Jerman mengizinkan negara lain yang mengoperasikan tank untuk memindahkannya ke Kiev. Tidak jelas apakah amunisi yang dirujuk oleh Folha kompatibel dengan kedua generasi tank Leopard.
Seperti pendahulunya dari sayap kanan, sayap kiri Lula telah mengambil posisi netral dalam konflik di Ukraina.
Sementara rezim Jair Bolsonaro secara resmi mengutuk Moskow di Majelis Umum PBB atas operasi militer Rusia ke Ukraina.
Lula telah mengutuk AS karena menggelontorkan puluhan miliar dolar ke pemerintah dan militer Ukraina.
Ia telah menyarankan Presiden AS Joe Biden dapat menghindari (konflik), bukan menghasutnya. Lula juga menyatakan kepemimpinan NATO seharusnya meyakinkan Rusia Ukraina tidak akan pernah diizinkan untuk bergabung dengan blok militer pimpinan AS itu.
Poin ini merupakan salah satu tuntutan utama Moskow untuk perdamaian sebelum mengirim pasukan ke negara itu.
Dukungan Serbia ke EU Merosot
Perkembangan lain di Eropa timur, survei resmi terbaru di Serbia menunjukkan dukungan untuk bergabung dengan Uni Eropa turun drastic.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tank-tempur-leopard-2a4_20180207_082522.jpg)