Perang Rusia Vs Ukraina

Rentetan Rudal Rusia Hantam Berbagai Pusat Energi di Ukraina

Rentetan ledakan dilaporkan terjadi di pusat-pusa energi di Kiev dan beberapa kota di Ukraina Kamis (26/1/2023) pagi waktu setempat.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Kementerian Pertahanan Federasi Rusia via TASS
Fregat Admiral Gorshkov bernomor lambung 454 menembakkan rudal jelajah hipersonik Tsirkon atan Zircon 1.000 km dari Laut Barents ke sasaran laut di Laut Putih. Rusia menggelar serangan udara yang diduga diluncurkan dari kapal perang di Laut Kaspia. 

Keputusan itu dibuat menyusul negosiasi intensif yang diadakan dengan mitra terdekat Jerman di Eropa dan internasional.

“Pada tahap pertama, Jerman akan menyediakan kompi yang terdiri dari 14 tank Leopard 2 A6 dari stok Bundeswehr,” kata juru bicara pemerintah itu.

Mitra Eropa Jerman yang tidak ia sebut, pada gilirannya, juga akan menyerahkan tank Leopard 2 ke Ukraina. Diperkirakan negara yang dimaksud Polandia.

Selain itu, paket bantuan baru Jerman akan mencakup amunisi, pemeliharaan sistem, dan bantuan logistic.

Kedutaan Besar Rusia di Jerman bereaksi dengan memperingatkan keputusan yang sangat berbahaya ini menggeser konflik Ukraina ke tingkat kebuntuan yang baru.

“Pilihan Berlin untuk memasok tank ke Kiev berarti penolakan terakhir atas tanggung jawab sejarah Jerman kepada rakyat Rusia,” tulis pernyataan resmi Kedubes Rusia di Berlin.

Para diplomat Rusia menambahkan Jerman dan sekutu dekatnya tidak tertarik dengan resolusi diplomatik krisis Ukraina dan mereka ingin meningkatkan ketegangan.

Perkembangan tersebut terjadi setelah media Jerman mengutip sumber tanpa nama yang mengatakan Scholz telah memutuskan mengirim satu kompi tank tempur utama Leopard 2 ke Ukraina.

Washington dan sekutunya meningkatkan dukungan militer mereka untuk Kiev setelah Rusia memulai operasi militer khususnya di Ukraina pada 24 Februari 2022.

Moskow mengutuk bantuan militer AS dan sekutunya ke Kiev, yang menurut Kremlin menambah perpanjangan konflik Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan sejak tahun lalu setiap pengiriman senjata di wilayah Ukraina akan menjadi "target yang sah" bagi pasukan Rusia.(Tribunjogja.com/Sputniknews/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved