Perang Rusia Vs Ukraina

Rentetan Rudal Rusia Hantam Berbagai Pusat Energi di Ukraina

Rentetan ledakan dilaporkan terjadi di pusat-pusa energi di Kiev dan beberapa kota di Ukraina Kamis (26/1/2023) pagi waktu setempat.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Kementerian Pertahanan Federasi Rusia via TASS
Fregat Admiral Gorshkov bernomor lambung 454 menembakkan rudal jelajah hipersonik Tsirkon atan Zircon 1.000 km dari Laut Barents ke sasaran laut di Laut Putih. Rusia menggelar serangan udara yang diduga diluncurkan dari kapal perang di Laut Kaspia. 

Total nilai armada tempur berat itu 400 juta dollar AS. Perkembangan ini diungkapkan seorang reporter Bloomberg melalui akun Twitter, Rabu (24/1/2023) WIB dan dikutip Sputniknews.

Presiden AS Joe Biden lantas menyampaikan pidato tentang dukungan berkelanjutan untuk Ukraina pada Rabu malam waktu Washington.

Ukraina telah meminta setidaknya 300 tank tempur utama dan menganggap peralatan tempur berat itu sebagai pengubah permainan dalam perangnya melawan Rusia.

Pentagon sebelumnya menentang gagasan itu, dengan alasan tank-tank itu akan terlalu sulit bagi pasukan Ukraina untuk beroperasi saat mereka melawan pasukan Rusia.

Sementara pengumuman keputusan mungkin datang dalam beberapa hari ke depan, dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyebarkan tank M1 Abrams di medan perang.

Pasukan Ukraina harus dilatih untuk mengoperasikan tank, yang jauh berbeda dari model T-72 era Soviet mereka.

Tank M1 Abrams ditenagai mesin jet dan menggunakan bahan bakar penerbangan, bukan diesel standar. Beratnya 63 ton dan menempuh jarak sekitar tiga mil per galon.

Washington telah menekan Jerman untuk mengirim Leopard 2 ke Ukraina, tetapi Berlin enggan memberikan persenjataan yang lebih canggih tanpa AS melakukannya terlebih dahulu.

Anggota kongres AS Michael McCaul menyarankan pada Minggu pemerintah Biden pada dasarnya dapat menipu Jerman dengan mengumumkan rencana untuk menyediakan M1 Abrams.

Mereka bisa membuka pintu bagi Berlin untuk mengirim tank-tank Leopard 2, kemudian hanya mengirimkan satu tank.

Polandia pun telah meminta izin dari Berlin untuk mengirim beberapa Leopard 2 buatan Jerman yang mereka miliki ke Kiev.

Tank Leopard dioperasikan Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr. Menghadapi perubahan peta politik dan konflik terkini, Jerman mereformasi militernya dari pasif menjadi lebih agresif secara anggaran maupun kemampuan persenjataannya.
Tank Leopard dioperasikan Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr. Menghadapi perubahan peta politik dan konflik terkini, Jerman mereformasi militernya dari pasif menjadi lebih agresif secara anggaran maupun kemampuan persenjataannya. (Bundeswehr)

Sebelumnya, pemerintah Jerman secara resmi mengumumkan akan mengirim 14 unit tank tempur utama Leopard 2 ke Ukraina.

Konfirmasi disampaikan juru bicara Kanselir Jerman Olaf Scholz, Steffen Hebestreit, di Berlin kepada wartawan, Kamis (25/1/2023).

"Pada Rabu, Kanselir Olaf Scholz mengumumkan di kabinet Jerman akan lebih meningkatkan dukungan militernya untuk Ukraina,” kata Hebestreit.

“Dia mengatakan pemerintah federal telah memutuskan untuk menyediakan angkatan bersenjata Ukraina dengan tank tempur utama Leopard 2," lanjut Steffen Hebestreit.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved