Gedung Griya Cipta dan Rekayasa Jadi Bagian Ekosistem Industri

PT Mega Andalan Kalasan (MAK) meresmikan gedung Griya Cipta dan Rekayasa. Gedung yang berada dalam kawasan Mega Andalan Teknopark tersebut menjadi

TRIBUNJOGJA.COM/Christi Mahatma Wardhani
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa (kanan) dan CEO sekaligus PT Mega Andalan Kalasan (MAK), Boentoro meresmikan gedung Griya Cipta dan Rekayasa di Mega Andalan Teknopark, Selasa (24/01/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PT Mega Andalan Kalasan (MAK) meresmikan gedung Griya Cipta dan Rekayasa.

Gedung yang berada dalam kawasan Mega Andalan Teknopark tersebut menjadi bagian dari ekosistem industri. 

CEO sekaligus founder PT Mega Andalan Kalasan, Boentoro mengatakan ekosistem industri sangat penting dalam pengembangan industri.

Pasalnya ekosistem berperan dalam menjaga kualitas produk. 

Baca juga: Sebanyak 135 PPS di Kota Yogyakarta Resmi Dilantik

"Misalnya untuk membuat satu tempat tidur rumah sakit, membutuhkan banyak sekali komponen. Kalau tidak didukung ekosistem industri, ya industri sulit berkembang," katanya, Selasa (24/01/2023). 

Gedung seluas 1,5 hektare tersebut mencakup show room atau ruang pamer untuk memajang alat kesehatan yang telah diproduksi oleh PT MAK.

Dilengkapi pula dengan ruang Direktorat Research and Development, sebagai ruang kerja engineer merancang produk baru. 

Ditambah lagi dengan Bengkel Engineering yang digunakan untuk pembuatan prototipe produk.

Juga Laboratorium Pengujian yang terakreditasi KAN untuk menguji setiap produk yang dihasilkan agar sesui dengan standar internasional yang berlaku. 

Baca juga: Rekap 6 Pemain Baru PSS Sleman di Bursa Transfer Paruh Musim, Ini Harapan Seto Nurdiyantoro

"Kualitas menjadi salah satu yang kita jaga terus sehingga bisa ekspor ke Jepang, Australia, dan New Zealand. Itu negara yang cukup strict (ketat) untuk kualitas. Ini membuktikan kalau kualitas produk kami diterima baik, harga juga kompetitif," lanjutnya. 

Boentoro mengungkapkan tahun 2022, PT MAK berhasil ekspor tempat tidur senilai USD 7 juta. 

"Tiap minggu itu kami kirim (ekspor) ke Jepang itu 4-6 kontainer per minggu, kalau ke Australia dan New Zealand ya minimal 2 kontainer per minggu. Pasar ini yang selalu kami jaga, sehingga kami bisa terus meningkat kualias dan produktivitas," ujarnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved