Politik Global

Iran Mulai Proyek Luar Angkasa Operasikan Sistem Satelit Qassem Soleimani

Badan Antariksa Iran melanjutkan kembali eksplorasi luar angkasa dengan mengoperasikan sistem satelit Qassem Soleimani.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Satelit Maxar Technology/Al Mayadeen
Area stasiun peluncuran roket Semnan, Iran. Dari lokasi inilah Badan Antariksa Iran memulai program eksplorasi luar angkasa dengan mengorbitkan sejumlah satelit modern. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Iran memulai fase operasional sistem satelit Qassem Soleimani sebagai bagian dari program luar angkasa 10 tahun Republik Islam.

Kepala Badan Antariksa Iran, Hassan Salarieh, mengumumkan Minggu (22/1/2023), Teheran memulai fase operasional proyek sistem satelit pertama Republik Islam itu.

Proyeknya mengambil nama mantan Komandan Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam, Jenderal Qassem Soleimani yang dilenyapkan pemerintah AS.

Salarieh membuat pengumuman di situs resmi Badan Antariksa Iran, menjelaskan perkembangan terbaru mengenai proyek luar angkasa Iran.

"Berdasarkan program luar angkasa 10 tahun dan untuk memberikan layanan kepada orang-orang, lembaga pemerintah, dan organisasi, serta untuk memberikan layanan kepada perusahaan sektor swasta, Badan Antariksa Iran telah ditugaskan untuk menempatkan sistem satelit telekomunikasi di Bumi. orbit," kata Salarieh.

“Pelaksanaan proyek, Proyek Martir Soleimani, yang dianggap sebagai proyek sistem satelit pertama di negara kita, sangat penting, karena pencapaian dalam produksi rangkaian satelit dan pembentukan jaringannya,” tambahnya.

Baca juga: Donald Trump di Peringkat Satu Tersangka Pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani

Baca juga: Presiden Iran Ibrahim Raisi Janjikan Balasan ke Para Pembunuh Qassem Soleimani

Baca juga: Kapal Perang Qassem Soleimani dan Mohammad Nazeri Iran Mampu Luncurkan Rudal dengan Jangkauan 300 KM

Menurut Salarieh, pihaknya sudah lama menyusun rencana operasional proyek dan mengkodifikasikan program eksekutif sistem telekomunikasi pita sempit.

“Kurang dari sebulan setelah persetujuan program luar angkasa 10 tahun, salah satu klausul terpenting, fase implementasi Proyek Martir Soleimani resmi diluncurkan,” ujarnya.

Selain itu, ia memuji langkah-langkah yang diambil, dengan mengatakan setelah berhasil dalam langkah ini, cara untuk melengkapi dan mengembangkan sistem satelit dan menyediakan lebih banyak layanan akan dibuka di langkah selanjutnya.

Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran Issa Zarepour mengatakan pada Desember Iran akan meluncurkan setidaknya dua satelit lagi ke orbit pada akhir 2022, dengan beberapa satelit lainnya dijadwalkan untuk dimasukkan ke orbit.

Ditanya tentang perkembangan terbaru terkait peluncuran satelit Nahid-1 dan Nahid-2, Zarepour mengatakan kepada wartawan kedua satelit tersebut saat ini sedang dipersiapkan untuk dikirim ke orbit.

Kedua satelit Nahid itu untuk keperluan telekomunikasi. Diluncurkan kembali pada 2015, Nahid-1 dirancang dan dibangun oleh Institut Penelitian Luar Angkasa Iran.

Badan Antariksa Iran mempelopori proyek tersebut, pekerjaan yang dilakukan di Institut Penelitian Sistem Satelit dari Institut Penelitian Luar Angkasa Iran.

Lebih jauh, Zarepour menjelaskan kementeriannya berusaha agar setidaknya dua satelit diluncurkan pada akhir tahun ini.

Dia menggarisbawahi informasi lebih lanjut tentang masalah ini akan dirilis ke media di lain waktu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved