Politik Global

Iran Mulai Proyek Luar Angkasa Operasikan Sistem Satelit Qassem Soleimani

Badan Antariksa Iran melanjutkan kembali eksplorasi luar angkasa dengan mengoperasikan sistem satelit Qassem Soleimani.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Satelit Maxar Technology/Al Mayadeen
Area stasiun peluncuran roket Semnan, Iran. Dari lokasi inilah Badan Antariksa Iran memulai program eksplorasi luar angkasa dengan mengorbitkan sejumlah satelit modern. 

Angkatan Udara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) berhasil melakukan peluncuran uji coba pembawa satelit Ghaem 100 ke sub-orbit bumi pada November

Komandan Angkatan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh menghadiri uji peluncuran bersama sekelompok pejabat angkatan bersenjata Iran.

Ghaem 100 adalah peluncur satelit tiga tahap yang menggunakan bahan bakar padat. Ia mampu meluncurkan satelit seberat 80 kg ke orbit pada ketinggian 500 kilometer dari permukaan bumi.

IRGC Aerospace Force meluncurkan Noor-2, satelit buatan dalam negeri lainnya, menggunakan roket tiga tahap buatan dalam negeri yang didorong oleh campuran peluncur bahan bakar padat dan cair Qassed (utusan) pada 8 Maret 2022, dan mengorbit bumi pada kecepatan ketinggian 500 km.

Noor-2 diluncurkan untuk pengintaian, dan memasuki orbit 480 detik setelah diluncurkan dengan kecepatan 6,7 km/detik.

Iran memulai program luar angkasanya pada awal 2000-an, membangun peluncur satelitnya sendiri di atas rudal Shahab-4. Landasan peluncuran Semnan di utara negara itu dibangun pada 2009.

Karena biaya tinggi, program luar angkasa Iran ditangguhkan antara 2015 dan 2017. Dua peluncuran uji sipil gagal pada 2019, tetapi militer Iran berhasil meluncurkan dua satelit ke orbit pada 2020 dan Maret 2022.

Belakangan, Kepala Badan Antariksa Iran mengatakan negaranya melanjutkan produksi satelit dalam negeri, dengan rencana untuk meluncurkan tujuh satelit buatan sendiri pada Maret 2023.(Tribunjogja.com/AlMayadeen/xna)

Pesawat ruang angkasa yang direncanakan diluncurkan pada tahun 2023 termasuk satelit Nahid Iran, Pars-1, dan Zafar, yang sudah dimiliki Teheran di gudang senjatanya. Empat sisanya masih dalam tahap pembangunan.

Seri satelit Nahid, Pars-1, dan Zafar ada di sana sebagai pesawat ruang angkasa Iran paling modern. Mereka dirancang untuk keperluan telekomunikasi dan untuk mengukur radiasi di ruang angkasa.(Tribunjogja.com/AlMayadeen/xna) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved