Berita Pendidikan Hari Ini

Rektor UGM Sebut Program MBKM Persingkat Masa Tunggu Sarjana Mulai Bekerja

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diklaim mampu mempercepat waktu lulusan untuk mendapat pekerjaan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kerja sama BSI dengan UGM untuk mencetak lulusan sarjana yang berkualitas dan kompetitif di dunia kerja, Jumat (20/1/2023), di KCP BSI Yogyakarta UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diklaim mampu mempercepat waktu lulusan untuk mendapat pekerjaan.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K), Ph.D, mengutip laporan dari Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek, mengatakan MBKM yang sudah berjalan selama ini telah mampu memperpendek masa tunggu lulusan perguruan tinggi dalam mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: Damkarmat Kota Yogyakarta Kini Punya SiCakra, Siap Dukung Pemadaman Api di Permukiman Padat

Hal ini terjadi lantaran mahasiswa mendapat lebih banyak pengalaman magang di berbagai perusahaan sebelum mereka lulus.

“Sebelumnya untuk bekerja masa tunggunya sampai enam bulan, sekarang hanya dua bulan. Saya kira ini mempercepat perekrutan tenaga kerja potensial dan daya tarik untuk merekrut talenta unggul,” katanya saat meresmikan pembukaan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Indonesia (BSI) Yogyakarta UGM di Jalan Bulaksumur, Sagan, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Jumat (20/1/2023).

Peresmian itu juga dilakukan bersama Direktur Utama BSI, Hery Gunardi.

Selain pembukaan kantor KCP, juga diresmikan penggunaan laboratorium UMKM dan Akademi kewirausahaan bagi mahasiswa UGM.

“Terima kasih BSI sudah membuka sarana belajar dengan adanya laboratorium UMKM dan lab kewirausahaan  sebagai tempat proses belajar bersama mitra industri dan korporat,” tambahnya.

Rektor juga berharap BSI terus memberikan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bentuk pendampingan dan pelatihan bidang kewirausahaan.

“Komunitas kewirausahaan mahasiswa butuh pendampingan dan pelatihan dari praktisi agar bisa lebih siap lagi saat mereka sudah lulus,” jelasnya.

Di sela-sela peresmian kantor cabang BSI tersebut juga dilaksanakan penyerahan beasiswa scholarship BSI kepada UGM sebesar Rp 486 juta yang diserahkan secara simbolis kepada dua orang mahasiswa berprestasi.

Lalu, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BSI dengan Sekolah Vokasi UGM dalam program MBKM.

Hery Gunardi menyampaikan apresiasi kepada pihak UGM yang menyediakan tempat untuk dijadikan sebagai kantor cabang pembantu BSI Yogyakarta.

“Kami mengucapkan beribu terima kasih pada civitas akademika, apalagi ada ruang pengembangan entrepreneur dan UMKM center di sini,” katanya.

Menurut Hery, antara UGM dan BSI memiliki kesamaan dalam mendidik SDM unggul.

Baca juga: Berikut Perbandingan Biaya Haji pada Tahun 2023 dengan 2022

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved