Perang Rusia Vs Ukraina
Pertemuan Menhan NATO Gagal Sepakat Kirim Tank Tempur ke Ukraina
Pertemuan penting para Menhan NATO dan pendukung Ukraina di Jerman gagal sepakati pengiriman tank tempur utama ke Ukraina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN - Negara-negara penting NATO gagal mencapai kesepakatan pada pertemuan Jumat (20/1/2023) terkait pengiriman tank tempur utama Leopard 2 ke Ukraina.
Hal ini dinyatakan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius di lokasi pertemuan para Menhan NATO di Pangkalan Militer AS Ramstein, Jerman.
Pistorius mengatakan tidak ada pendapat bulat tentang skenario pengiriman tank buatan Jerman ke Kiev.
Ia menambahkan semua pro dan kontra harus ditimbang dengan hati-hati. Masih belum jelas apakah keputusan seperti itu akan dibuat dalam waktu dekat.
Pistorius menegaskan, kesan Jerman menghalangi koalisi solid yang bersedia mengirim tank ke Ukraina adalah salah.
Menurutnya, banyak anggota NATO berbagi pendapat, ada alasan bagus untuk pengiriman dan alasan bagus pula untuk menentangnya.
Baca juga: Pejabat Ukraina Takut-takuti Jerman Jika Tak Kirim Tank Leopard 2
Baca juga: Polandia Akhirnya Akan Kirim Tank Leopard Buatan Jerman ke Ukraina
Baca juga: Medvedev Singgung Lagi Potensi Perang Nuklir Jika Barat Ingin Rusia Kalah
Jerman, kata Pistorius, bagaimanapun, bersiap untuk mengirimkan tank dengan cepat jika lampu hijau diberikan.
Dia mengumumkan telah memerintahkan inspeksi tank nasional untuk menentukan jumlah peralatan yang dimiliki negara tersebut baik di Bundeswehr maupun gudang pabriknya.
Kementerian Pertahanan Jerman juga sekarang diharapkan untuk memeriksa apakah peralatan di penyimpanan kompatibel dengan tank buatan Jerman yang digunakan oleh negara lain.
Pistorius menghindari pertanyaan tentang apakah Berlin akan memberikan izin ekspor ulang ke Polandia dan negara lain yang mungkin berusaha mengirim tank buatan Jerman ke Ukraina.
“Itu adalah keputusan yang dibuat Kanselir Olaf Scholz,” katanya. Jerman telah lama enggan memasok senjata yang lebih berat ke Kiev.
Berlin beralasan ingin menghindari menjadi pihak langsung dalam peperangan antara Moskow dan Kiev.
Berlin juga bersikeras tidak akan membuat keputusan seperti itu secara sepihak. Koordinasi dengan anggota NATO lainnya, terutama AS dan Prancis, adalah penting.
Baru-baru ini, Berlin membantah menerima permintaan ekspor ulang resmi dari negara lain yang memiliki persediaan tank Leopard 2.
Mengirim tank Leoprd 2 ke Ukraina tanpa izin Berlin akan dianggap ilegal, dan pemerintah Jerman sudah memperingatkannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tank-Leopard-Bundeswehr.jpg)