Perang Rusia Vs Ukraina

Pentagon Pasok 90 Ranpur Stryker, 95.000 Peluru Artileri, Rudal Avenger dan NASAMS

Pentagon segera mengirim oaket bantuan senjata berat ke Ukraina, terdiri 95.000 peluru artileri, 90 ranpur Stryker, roket HIMARS dan NASAM.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common
Kendaraan tempur lapis baja infantri Bradley ini banyak digunakan pasukan AS di berbagai medan tempur dunia. Washington menjanjikan pengiriman Bradley ke Ukraina. 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Pemerintah AS telah mengesahkan tambahan bantuan militer senilai $ 2,5 miliar untuk Ukraina.

Bantuan itu secara fisik terdiri hampir 100 ribu peluru artileri 105 mm, roket, kendaraan tempur taktis infantri Stryker.

Ini merupakan pengiriman ke-30 stok logistik militer Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sejak konflik di Ukraina meletus 24 Februari 2022.

Rincian angkanya terdiri 90 unit ranpur Stryker dan berbagai kendaraan lapis baja lainnya, 95.000 peluru artileri 105 milimeter dan amunisi tambahan roket multi-peluncuran HIMARS.

Ada juga munisi Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara Tingkat Lanjut Nasional (NASAMS), serta delapan sistem pertahanan udara Avenger.

Ranpur Stryker melayani militer AS sejak 2002. Kendaraan beroda delapan itu dapat dilengkapi berbagai persenjataan utama tergantung pada modelnya.

Termasuk senapan mesin M2, peluncur granat MK19, atau chaingun Bushmaster MK44 30mm.

Pentagon tidak mengatakan versi mana yang akan diterima Kiev. Mereka hanya menyebut ada 90 unit Stryker akan datang berikut 20 roller ranjau darat.

Baca juga: Kirim Ranpur Bradley ke Ukraina, AS Tunjukkan Diri Tak Ingin Solusi Damai

Baca juga: Prancis Pasok Tank AMX-10, AS Akan Kirim Ranpur Bradley ke Ukraina

Baca juga: Polandia Akhirnya Akan Kirim Tank Leopard Buatan Jerman ke Ukraina

Tembakan Howitzer otomatis
Tembakan Howitzer otomatis (JACK GUEZ / AFP)

Pentagon mengatakan juga akan mengirim 59 kendaraan tempur Bradley, ditambah 50 yang sudah disahkan awal bulan ini.

Para pejabat menjuluki platform itu sebagai "pembunuh tank", karena dilengkapi rudal TOW anti-lapis baja.

Ranpur taktis ini juga bisa berguna dalam serangan di masa depan terhadap pasukan Rusia. Sebanyak 590 rudal TOW lainnya dimasukkan dalam paket senjata terbaru, sehingga totalnya menjadi 2.590.

Meskipun Washington telah menyetujui lebih dari $27 miliar bantuan militer langsung ke Kiev selama setahun terakhir, para pejabat Ukraina terus meminta senjata yang lebih kuat, seperti tank tempur utama M1 Abrams.

Pemerintah Presiden AS Joe Biden belum memenuhi permintaan itu, tetapi beberapa mitra Barat mulai bersedia memasok senjata serupa.

Inggris berjanji untuk mengirim satu skuadron tank Challenger 2 awal pekan ini.

Berlin juga mendapat tekanan untuk menyediakan tank tempur Leopard sendiri, tetapi sejauh ini menolak untuk melakukannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved