Perang Rusia Vs Ukraina

Amerika Akan Bantu Ukraina Gempur Semenanjung Krimea

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mempertimbangkan membantu Ukraina jika akan menyerang sasaran di Semenanjung Krimea.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia/Rosavtodor.ru
TARGET - Jembatan Krimea ini termasuk infrastruktur raksasa di Eropa yang dibangun Rusia setelah Semenanjung Krimea bergabung Federasi Rusia pada 2014. 

Sampai saat ini, AS telah menyetujui berbagai paket bantuan bernilai miliaran dolar untuk Ukraina, dengan yang terbesar telah diumumkan pada awal Januari.

Baru-baru ini, beberapa negara telah bergabung dengan AS dan mengumumkan paket militer mereka sendiri untuk Ukraina yang membuat kecewa Rusia, yang mengutuk langkah tersebut.

Duta Besar Rusia untuk AS Antonov telah memperingatkan serangan Ukraina di masa depan ke Semenanjung Krimea.

Ia bersikeras negaranya akan merespons dengan paksa setelah Washington menyarankan Kiev dapat menggunakan senjata baratnya untuk menyerang wilayah tersebut.

Ia diminta mengomentari pernyataan baru-baru ini dari juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, yang bersikeras Krimea masih merupakan wilayah Ukraina.

Rusia telah menguasai wilayah tersebut selama lebih dari satu decade. Antonov memperingatkan retorika militan AS, dengan mengatakan itu risiko eskalasi lebih lanjut.

“Departemen Luar Negeri, melalui pernyataan tidak langsung Krimea adalah Ukraina dan Angkatan Bersenjata Ukraina dapat menggunakan senjata AS untuk melindungi wilayah mereka,” kata Antonov mengutip pernyataan pejabat AS.

“Pada dasarnya itu mendorong rezim Kiev untuk melakukan serangan teroris di Rusia,” lanjut diplomat senior itu Rabu malam.

Selama jumpa pers sebelumnya pada Rabu, Price ditanyai tentang apakah Washington pernah membatasi serangan Ukraina.

Ned Price menjawab, keputusan ini terserah mereka (Ukraina). Kiev menurutnya bebas memilih targetnya sendiri, termasuk di Krimea.

Komentar juru bicara itu mengikuti laporan New York Times yang menunjukkan Gedung Putih bersedia membantu Kiev menyerang semenanjung strategis itu.

Antonov melanjutkan tidak ada bantuan barat yang akan menghentikan operasi militer Moskow. “Kami akan menghancurkan senjata apa pun yang dipasok ke rezim (Presiden Vladimir) Zelensky, baik AS atau NATO,” tegasnya.

“Apakah benar-benar tidak dapat dipahami memompa senjata ke Ukraina, baik itu Amerika atau negara NATO lainnya, hanya akan menyebabkan peningkatan korban sipil dan menciptakan kesulitan tambahan di bekas republik Soviet?” tambah Antonov.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved