Perang Rusia Vs Ukraina

Analisis Pakar, Rudal Patriot Akan Ubah Situasi Perang di Ukraina

Kehadiran sistem rudal Patriot diperkirakan akan mengubah secara signifikan situasi pertempuran di Ukraina.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP/Bulent Kilic
Prajurit AS berlatih mengoperasikana sistem rudal Patriot yang ditempatkan di pangkalan AS di Gaziantep, Turki. Sistem rudal yang sama akan diterjunkan di medan perang Ukraina. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOWPentagon telah mengumumkan dimulainya pelatihan bagi tentara Ukraina yang akan mengoperasikan sistem rudal Patriot.  

Pelatihan dilakukan di pangkalan militer AS di Jerman. Butuh beberapa bulan hingga rudal Patriot itu bisa dioperasikan di medan tempur Ukraina.

Benarkah kehadiran sistem rudal pertahanan udara Patriot ini akan mengubah situasi medan perang di Ukraina?

Pakar militer spesialis pertahanan udara dari Rusia, Mikhail Khodaryonok, mengatakan rudal Patriot akan signifikan mengubah jalannya pertempuran.

Namun pengamat militer dan pensiunan kolonel Rusia ini mengatakan, pasukan Moskow masih memiliki cara untuk menghancurkan rudal buatan Raytheon tersebut.

Pasukan Rusia pasti menjadikan sistem rudal yang kompleks ini sebagai target prioritas tinggi untuk dilumpuhkan.

Dalam ulasannya di laman Russia Today, Selasa (17/1/2023),  Mikhail Khodaryonok mengatakan sistem rudal Patriot lebih mudah bergerak dibandingkan rudal S-300 buatan Rusia.

Baca juga: Vladimir Putin : Kita Akan Memecahkan Rudal Patriot Seperti Kacang

Baca juga: Joe Biden Beri Zelensky Rudal Patriot dan Bom Pintar untuk Perkuat Jet Tempur Ukraina

Baca juga: Perbandingan S-400 Rusia dan Rudal Patriot Amerika Serikat, Mana yang Lebih Unggul?

Diskusi seputar pasokan sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) Patriot ke Kiev meningkat setelah serangan besar pada infrastruktur energi Ukraina oleh Rusia berikut semua dampaknya.

Sebuah insiden di kota Przewodow, Polandia, ketika rudal dari sistem pertahanan udara S-300 Ukraina mengakibatkan kematian dua petani, juga berperan dalam diskusi tersebut.

Ketua Partai Hukum dan Keadilan yang berkuasa di Polandia, Jaroslaw Kaczynski, menyarankan agar Jerman mengirim sistem rudal anti-pesawat Patriot ke Ukraina, bukan Polandia.

Pada saat itu, Berlin mencatat mereka lebih suka sistem pertahanan rudal tetap berada di wilayah NATO.

Namun dalam waktu kurang dari dua bulan, segalanya berubah. Pada awal Januari, AS dan Jerman sepakat mengirim baterai rudal antipesawat Patriot ke Ukraina.

Pengumuman tersebut dibuat dalam pernyataan bersama oleh Presiden AS Joe Biden dan Kanselir Jerman Olaf Scholz setelah percakapan telepon pertama mereka pada awal 2023.

Pelatihan akan dilakukan di Washington dan Berlin. Pemindahan baterai dijadwalkan untuk kuartal pertama tahun ini.

Ini akan menjadi baterai Patriot kedua di Kiev. Seperti yang diumumkan pada akhir Desember 2022, yang pertama akan diserahkan ke Ukraina oleh AS.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved