Perbandingan S-400 Rusia dan Rudal Patriot Amerika Serikat, Mana yang Lebih Unggul?
Perang Rusia Ukraina menjadi ajang unjuk kekuatan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia dan sistem pertahanan udara Rudal Patriot
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KYIV – Perang Rusia Ukraina menjadi ajang unjuk kekuatan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia dan sistem pertahanan udara Rudal Patriot buatan Amerika Serikat.
Rusia sendiri sudah menggunakan rudal S-400 untuk menyerang kota-kota di Ukraina.
Kemudian pemerintah Slovakia mulai mengerahkan sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina dalam membalas serangan militer Putin.
Dari kedua sistem pertahanan udara tersebut, kira-kira manakah yang paling ampuh?
Berikut kelebihan dari S-400 dan Rudal Patriot seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Tribunnews :
Patriot (MIM-104)
Kehadiran Patriot (MIM-104) digadang-gadang menjadi sistem pertahanan udara jarak jauh militer AS, bahkan kecanggihan rudal satu ini diklaim dapat melawan rudal balistik taktis, rudal jelajah, hingga pesawat canggih.
Rudal Patriot merupakan sistem pertahanan udara yang diproduksi oleh Raytheon di Massachusetts dan Lockheed Martin Missiles and Fire Control di Florida.
Rudal ini menggunakan sistem akuisisi target disertai daya ledak yang diletakan di belakang bagian panduan terminal.
Hal ini membuat Patriot (MIM-104) dapat menciptakan ledakan hingga 90 kg dengan jangkauan 70 km di ketinggian lebih dari 24 km.
Tak hanya itu sistem rudal Patriot dirancang mampu mendeteksi dan mengidentifikasi ancaman hanya dengan jarak 150 kilometer (93,2 mil), bahkan radar yang terpasang dalam rudal Patriot dapat membantu menembak target aerodinamis yang berjarak sekitar 400 km (248 mil).
Sementara untuk daya tembaknya rudal satu ini dapat mengunci hingga 36 target.
Dimana radar Patriot (MIM-104) dapat mendeteksi 125 hingga 160 target berbeda pada waktu yang bersamaan.
Berkat kecanggihannya ini, rudal Patriot sukses dilirik oleh 18 negara besar di dunia termasuk Jerman, Yunani, Israel, Jepang, Kuwait, Belanda, Arab Saudi, Korea Selatan, Polandia, Swedia, Qatar, Uni Emirat Arab, Rumania, Spanyol, dan Taiwan.
Baca juga: Konflik Rusia Ukraina Menjalar ke Perang Teknologi, Jika GPS Diblokir Rusia Punya Ini
S-400 Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sistem-pertahanan-udara-rudal-s-400_20180727_145450.jpg)