Perang Rusia Vs Ukraina

Penasihat Zelensky Mundur Gara-gara Info Rudal Hantam Apartemen Dnepr

Aleksey Arestovich, penasihat Presiden Vladimir Zelensky, Selasa (17/1/2023) mundur setelah pernyataannya menuai kecaman luas di Ukraina.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
UKRAINE PRESIDENTIAL PRESS OFFICE via AP PHOTO
Dalam foto yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, kiri, dan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengamati penghancuran kendaraan militer Rusia yang dipasang di pusat kota Kyiv, Ukraina, Sabtu, 19 November 2022. Presiden Zelensky pada Rabu (14/12/2022), menyerukan bantuan jangka panjang untuk membersihkan negaranya dari ranjau dan persenjataan lain yang belum meledak. 

TRIBUNJOGJA.COM, KIEV - Aleksey Arestovich, penasihat Presiden Vladimir Zelensky, Selasa (17/1/2023) mengundurkan diri setelah pernyataannya menuai kecaman luas kalangan Ukraina.

Pernyatannya itu terkait insiden ledakan rudal Rusia di blok apartemen Dnepr, setelah dicegat pasukan pertahanan udara Ukraina akhir pekan lalu.

Kalangan garis keras Ukraina menuduh Arestovich justru menyalahkan pasukan Kiev atas insiden yang merenggut lusinan nyawa penghuni apartemen.

Aleksey Arestovich sempat marah, karena para komentator Ukraina mengklaim dia menyalahkan militer Ukraina atas kematian tersebut.

Arestovich membagikan surat pengunduran dirinya yang ditulis tangan, ditujukan kepada Andrey Yermak, Kepala Staf Presiden Voldymir Zelensky.

Arestovich mengklaim dia menunjukkan contoh perilaku beradab dengan meninggalkan posisinya di pemerintahan Ukraina. Belum jelas apakah permintaannya telah diterima.

Orang dekat Zelensky itu sebelumnya menggambarkan ucapannya sebagai kesalahan serius, yang dibuat selama siaran langsung wawancara dengan kreator Rusia.

“Tingkat kebencian yang ditujukan kepada saya tidak sebanding dengan konsekuensi dari kesalahan siaran,” kata Arestovich.

Baca juga: Rudal Rusia Dicegat Jatuh Meledak di Apartemen Dnepr, Kremlin Tidak Mau Disalahkan

Baca juga: Jika Ukraina Kalah, Perang Dunia III Bisa Pecah di Eropa

Baca juga: Terlibat Semakin Dalam, NATO Janji Kirim Senjata Lebih Berat ke Ukraina

Dia menawarkan permintaan maaf kepada mereka yang sangat terluka, tetapi tidak kepada orang-orang yang menyebarkan masalah ini.

Berdasar keterangan kenalannya, seorang ahli militer berpengalaman, ada ledakan dari rudal pencegat sebelum rudal Rusia menghantam apartemen.

Kementerian Pertahanan Ukraina membantah terlibat insiden itu, dan mengklaim tidak memiliki kemampuan untuk mencegat rudal jelajah yang diluncurkan udara Kh-22.

Militer Ukraina mengklaim pernyataan sebelumnya beberapa rudal model itu telah dicegat adalah tidak akurat.

Pejabat Ukraina melaporkan pada Selasa, insiden di Dnepr merenggut sedikitnya 40 nyawa dan melukai 79 orang, sementara 25 orang dinyatakan hilang.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sedang menyerang sasaran militer dan elemen infrastruktur energi Ukraina selama serangan Sabtu.

Kremlin menyalahkan Kiev atas kematian warga sipil, dengan juru bicara Dmitry Peskov menyatakan tragedi ini adalah akibat dari tindakan rudal pertahanan udara.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved