Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Prasasti Bercat dari Abad ke-10 DItemukan di Candi Induk Sewu
Saat ditelusuri, ternyata prasasti tersebut tertulis dengan aksara jawa berupa aksara Jawa Kuno Standar dan berbahasa Jawa Kuna.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
Sementara itu, Pamong Budaya Muda, Gatut Eko Nurcahyo berujar, pada saat prasasti pendek bercat itu ditemukan di Candi Sewu, kondisi tulisannya cukup memprihatinkan.
"Jadi upaya yang kami lakukan dalam melestarikan prasasti tersebut masih sederhana dan memerlukan dukungan maupun kontribusi dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, akademisi, maupun masyarakat atau komunitas untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam," ujar dia.
Di samping itu, ia menilai, temuan prasasti tersebut tidak lah mudah untuk langsung diartikan.
Pasalnya, harus melewati beberapa langkah.
"Artinya, dari temuan itu akan dilakukan transliterasi dari jawa kuna atau aksara kuna ke alfabet. Setelah itu, akan dilakukan transkripsi sebagai penerjemahan dari bahasa jawa kuna atau apapun ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris," tutur Gatut.
Selanjutnya akan melewati tindakan interpretasi.
Artinya, dari seluruh hasil pembacaan prasasti yang telah dilakukan akan ditarik informasi atau data sejarah yang bisa dipelajari kembali.
"Sebagai contoh, sebelumnya di Candi Sewu ada temuan Prasasti Manjusrigrha. Nah, sampai sekarang, prasasti itu diyakini sebagai sumber sejarah valid untuk mengetahui sumber sejarah Candi Sewu. Jadi, dengan adanya prasasti, kita bisa mengetahui interpretasinya," tambah dia.
"Dari interpretasi-interpretasi yang ada di prasasti, kita juga bisa mengetahui siapa saja tokoh, peristiwa sejarah dan mengetahui seluk beluk awal candi tersebut," pungkasnya. (Nei/Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Prasasti-Bercat-dari-Abad-ke-10-DItemukan-di-Candi-Induk-Sewu.jpg)