Potensi Gempa Megathrust, Wilayah DIY Dinilai Siap dari Sisi Mitigasi Bencana

Ada beberapa lokasi yang berpotensi terjadinya gempa megathrust di Indonesia, di antaranya termasuk Jawa Tengah dan Selatan DIY

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
IST/BMKG
ILUSTRASI - Zona megathrust di Indonesia 

Ringkasan Berita:
  • Hasil penelitian dilakukan para pakar, pengamat dan ahli kebencanaa menyebut potensi gempa megathrust dalam periode ulang 200 tahunan bisa terjadi di wilayah DIY. 
  • Dari sisi mitigasi, wilayah DIY disebut sudah sangat siap mengantisipasi terjadinya gempa dan potensi tsunami
  • Hasil penelitian itu bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan digunakan sebagai dasar mitigasi bencana.
 
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Potensi gempa megathrust dalam periode ulang 200 tahunan bisa terjadi di wilayah DIY. 

Potensi gempa ini bukan sekadar prakiraan, melainkan hasil penelitian dilakukan para pakar, pengamat, dan ahli kebencanaan.

Dewan Pembina Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IAKI), Dwikorita Karnawati, mengatakan sudah banyak studi yang menganalisa tentang potensi gempa megathrust di Indonesia.

“Dan para pakar itu juga tampaknya sepakat bahwa saat ini ada paling tidak beberapa lokasi, 2 atau 3 lokasi yang harusnya sudah
mengalami gempa Megathrust dalam periode ulang 200 tahun,” kata Dwikorita, seusai pertemuan ilmiah IAKI, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (6/5/2026).

Lokasi Potensi Gempa

Dwikorita juga menyampaikan ada beberapa lokasi yang berpotensi terjadinya gempa megathrust di Indonesia.

Di antaranya di Mentawai atau di Pulau Siberut, kemudian di Selat Sunda bagian selatan.

Lokasi tersebut berpotensi sebagai pusat gempa Megatrust atau sumber gempanya. 

“Nah, menurut para pakar, dan beberapa pakar itu sepakat. Ada juga yang di selatan Jawa Tengah, yang kurang lebih di selatan DIY,” ujar papar Dwikorita.

Baca juga: Memasuki 30 Tahun Terakhir Siklus Gempa Megathrust, IAKI Ingatkan Mitigasi Sejak Dini

Kesiapan Mitigasi

Dari sisi mitigasi, menurut perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala BMKG ini mengungkapkan wilayah DIY sudah sangat siap mengantisipasi terjadinya gempa.

Salah satunya yakni pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, yang secara desain bangunannya disebut memiliki ketahanan gempa hingga magnitudo 8,7.

Di sisi lain masyarakat DIY juga dinilai sudah sangat terlatih menghadapi kebencanaan melalui kolaborasi pemerintah, akademisi dan forum-forum pengurangan risiko bencana.

InsyaAllah kuat (magnitudo) 8,7. Dan apabila terjadi tsunami, yang dikatakan Megathust itu akan diikuti tsunami. Nah, di sana (YIA) sudah dihitung, tsunami-nya mencapai ketinggian 10 meter lebih, namun bandara itu sudah didesain anti gempa dan tsunami, serta bisa menampung 10 ribu orang,” ungkapnya.

SOAL MEGATHRUST - Dewan Pembina IAKI Dwikorita Karnawati saat diwawancara awak media, Rabu (6/5/2026)
SOAL MEGATHRUST - Dewan Pembina IAKI Dwikorita Karnawati saat diwawancara awak media, Rabu (6/5/2026) (Tribun Jogja/MIFTAHUL HUDA)

Bukan untuk Menakuti

Dwikorita juga menyampaikan, oara peneliti kebencanaan mengungkap sebuah data bahwa saat ini Indonesia memasuki 30 tahun terakhir dari periode ulang 200 tahun gempa megathrust.

Ia mengatakan hasil penelitian dari beberapa ahli dan akademisi mengungkap potensi gempa bumi megathrust semakin dekat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved