Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Prasasti Bercat dari Abad ke-10 DItemukan di Candi Induk Sewu

Saat ditelusuri, ternyata prasasti tersebut tertulis dengan aksara jawa berupa aksara Jawa Kuno Standar dan berbahasa Jawa Kuna.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Satu di antara 18 prasasti pendek bercat yang ditemukan di Candi Induk Sewu, penampil timur, dinding renung tengah sisi selatan pada Jumat (13/1/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Prasasti pendek bercat yang diprediksi telah ada sejak Abad ke-10 ditemukan oleh dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada ( UGM ) saat melakukan pengumpulan data relief untuk pembuatan skripsi pada 20 Agustus 2022.

Pengelola Data Cagar Budaya dan Koleksi Museum Kebudayaan Wilayah X, Aprilia Widiasari, mengatakan, awalnya dua mahasiswa tersebut menemukan dua tulisan di dinding Candi Induk Sewu, yang diduga adalah Prasasti .

"Temuan itu ada di Candi Induk Sewu, penampil timur, dinding renung tengah sisi selatan dan ada di Candi Induk Sewu, penampil selatan, pilar pintu dalam sisi barat," ucapnya kepada Tribunjogja.com di Candi Sewu, Jumat (13/1/2023).

Disampaikannya, berdasarkan pengamatan singkat oleh mahasiswa UGM, tulisan tersebut dituliskan dengan menggunakan cat berwarna hitam dengan teknik kuas. 

Baca juga: Sumur Tua Milik Ibu Muda di Klaten Ini Diterjang Proyek Tol dan Dapat Ganti Rugi Rp 5 Juta

Saat ditelusuri, ternyata prasasti tersebut tertulis dengan aksara jawa berupa aksara Jawa Kuno Standar dan berbahasa Jawa Kuna.

Sejauh ini, untuk temuan prasasti di Candi Induk Sewu, penampil timur, dinding renung tengah sisi selatan belum dapat diterjemahkan secara menyeluruh.

candi sewu prasasti
Pengelola Data Cagar Budaya dan Koleksi Museum Kebudayaan Wilayah X, Aprilia Widiasari, dan Pamong Budaya Muda, Gatut Eko Nurcahyo, saat berbincang di Kompleks Candi Sewu, Prambanan, Jumat (13/1/2023).

Sedangkan, untuk temuan Candi Induk Sewu, penampil selatan, pilar pintu dalam sisi barat sudah diterjemahkan secara menyeluruh.

Namun, artinya hanyalah huruf vokal yakni 'A'.

"Penemuan tersebut kemudian, disampaikan ke pengelola Unit Candi Sewu untuk ditindaklanjuti dengan penelusuran lebih intensif," tuturnya.

Hasilnya pun, sejauh ini tercatat ada 18 temuan prasasti pendek bercat baru yang tersebar di berbagai lokasi di Candi Sewu.

"Prasasti itu dituliskan pada batu andesit dan berada di lokasi yang berbeda-beda. Bahkan, menariknya, sebelumnya memang belum pernah ditemukan informasi atau laporan yang menyebutkan bahwa adanya prasasti bercat hitam di Candi Sewu. Sehingga, prasasti tersebut menyimpan informasi penting tentang Candi Sewu," jelas Aprilia.

Lebih lanjut, prasasti bercat menjadi temuan yang sangat langka.

Sebab, di kompleks tersebut, prasasti bercat baru ditemui di Candi Prambanan, Candi Sambisari dan Candi Sewu.

"Sebenarnya di Candi Plaosan ada juga temuan prasasti bercat. Tapi, posisi bendanya sudah tidak tahu di mana. Kalau catatannya memang masih ada. Hanya saja yang menjadi tanda tanya adalah masih ada atau tidaknya prasasti itu," katanya.

Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa langkah pelestarian yang dilakukan terhadap temuan prasasti pendek bercat di Situs Candi Sewu pada 2022 masih dalam tahap awal, yakni pendataan temuan, identifikasi awal temuan, dokumentasi temuan dan publikasi temuan. 

Baca juga: Jejak Peninggalan Mataram Kuno Berupa Batuan Yoni Abad ke-9 di Desa Banyuwangi Kabupaten Magelang

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved