Kabar Sleman

Warga Kaliurang Timur Ramai-ramai Bikin Benteng Alami Hadapi Kera Merapi

Warga Kaliurang Timur beramai-ramai menanan bibit tanaman buah sebagai benteng alami hadapi serbuan kera ekor panjang Merapi.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Tribun Jogja/Setya Krisna Sumarga
Warga Dukuh Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem, Sleman, beramai-ramai menanam bibit pohon buah di batas kawasan permukiman dan Taman Nasional Gunung Merapi. Penanaman bibit pohon buah itu cara membuat benteng alami menghadapi serbuan kawanan kera ekor panjang Merapi. 

Sebagai mitra kegiatan, PT Sarihusada Yogyakarta merupakan bagian Danone Specialized Nutrition menunjukkan komitmennya turut menjaga lingkungan sebagai bagian pembangunan berkelanjutan.

Kepala Pabrik Sarihusada, Joko Yulianto menyampaikan  kegiatan ini sejalan visi Danone yaitu One Planet, One Health.

“Upaya konservasi ini bagian menjaga keseimbangan alam tetap lestari, selain itu juga mengurangi konflik antara masyarakat dengan monyet ekor panjangyang sering turun ke permukiman. Harapan kami, semakin banyak pihak yang bisa berkolaborasi untuk inisiatif serupa’, kata Joko.

Dorisno, Nature Manager Sarihusada, mengatakan, aktifitas konservasi 2022 dilakukan dengan pembuatan 5 sumur resapan, 20 rorak, serta penanaman  tanaman jenis buah dan kayu sebanyak 210 tanaman.

Sarihusada  Yogyakarta menggandeng Yayasan Javlec Indonesia dalam perencanaan dan implementasi aktivitas konservasi lingkungan di lereng Gunung Merapi, khususnya Desa Hargobinangun, Kapanewon Pakem.

Khusus penanaman bibit tanaman buah difokuskan pada perbatasan antara hutan Taman Nasional Gunung Merapi dengan lingkungan masyarakat dengan prioritas lahan kritis.

Tanaman itu juga diharapkan jadi benteng alami penyediaan pakan berupa aneka jenis tanaman buah jambu serta kedondong untuk kawanan kera ekor panjang.

“Tanaman ini akan bermanfaat menjaga lingkungan dari ancaman bencana hidrologi serta mengurangi ancaman serangan kera ekor panjang,” kata Rohni Sanyoto, Direktur Eksekutif Javlec.

Kera atau monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan satu di antara satwa kawasan Gunung Merapi yang kini populasinya cukup besar.

Hewan ini mempunyai ciri khas ekor yang panjang antara 38-64 cm, warna bulu abu-abu kecoklatan, dan hidup berkelompok.

Makanan utamanya buah-buahan. Seiring perkembangan tata kelola lingkungan di masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Merapi, berdampak pada perubahan jenis pakan bagi mereka.

Banyak makanan konsumsi manusia yang juga dimakan kawanan ini, sehingga menjadi kebiasaan dan ketergantungan baru.

Populasi monyet ekor panjang kerap kali meresahkan masyarakat, karena memasuski permukiman warga, dan mengganggu aktivitas pedagang Kawasan wisata Kaliurang.

Gerakan menanam bibit tanaman buah ini dilakukan warga Dusun Kaliurang Timur, PT Sarihusada dan mitra-mitra sebagai cara mengembalikan pola pakan satwa liar itu.(Tribunjogja.com/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved