Perang Rusia Vs Ukraina
Korban Roket HIMARS di Makeyevka Naik Jadi Hampir 90 Tentara Rusia
Korban tewas tentara Rusia akibat serangan Ukraina di Makeyevka Donetsk saat pergantian tahun bertambah dekati 90 orang.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Hampir 90 tentara tewas oleh serangan rudal Ukraina yang menghantam area sekolah yang digunakan pasukan Rusia di Desa Makeyevka, Republik Rakyat Donetsk.
Serangan mematikan dengan jumlah korban jiwa terbanyak di satu momen ini terjadi tepat setelah tengah malam pada 1 Januari 2023. Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan perkembangan ini Rabu (4/1/2023).
Korban tewas telah bertambah menjadi 89 orang, termasuk wakil komandan unit tersebut. Lebih banyak mayat ditarik dari puing-puing sekolah kejuruan tempat pasukan ditempatkan pada malam Tahun Baru.
Fasilitas itu menjadi sasaran enam rudal dari peluncur roket ganda HIMARS yang dipasok AS, empat di antaranya menembus pertahanan udara Rusia.
Empat roket itu menghantam gedung tepat pukul 0.01 pagi pada 1 Januari 2023, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim peluncur roket itu kemudian dihancurkan pada serangan balasan.
Baca juga: Drone Ukraina Hantam Pusat Distribusi Listrik di Bryansk Rusia
Baca juga: Roket HIMARS Kiriman AS Hantam Gedung di Donetsk Tewaskan 60 Tentara Rusia
Baca juga: Vladimir Putin Minta Rusia Tidak Disalahkan atas Perang di Ukraina
Sementara misi pencarian fakta masih menyelidiki insiden tragis tersebut. Militer Rusia menduga penggunaan aktif ponsel tentara menuntun identifikasi lokasi tersebut oleh inteijen Ukraina yang didukung barat.
“Penggunaan ponsel secara massal oleh personel dalam jangkauan senjata musuh, dan Ukraina melacak koordinat mereka,” kata Letnan Jenderal Sergey Sevryukov dari Direktorat Militer-Politik Utama Angkatan Bersenjata Rusia.
Moskow menegaskan kembali janjinya untuk memberikan semua bantuan dan dukungan yang diperlukan kepada keluarga tentara yang gugur.
Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya mengutuk Washington karena tidak hanya memasok senjata canggih ke Kiev, tetapi juga memberikan informasi intelijen kepada militer Ukraina tentang lokasi pasukan Rusia.
Segera sesudah serangan mematikan itu, pasukan Rusia menghancurkan beberapa peluncur roket HIMARS yang dipasok AS dan melenyapkan puluhan tentara Ukraina dan puluhan pejuang asing dalam serangkaian serangan rudal baru.
Menurut militer, dua peluncur dihancurkan di stasiun kereta api Druzhkovka di Republik Rakyat Donetsk (DPR).
Sepasang peluncur kedua, yang menembaki kota-kota DPR lainnya, terletak di dekat kota Kramatorsk yang dikuasai Ukraina.
Selain itu, sembilan roket HIMARS dicegat di dekat garis depan di Republik Rakyat Lugansk (LPR), serta di Wilayah Kherson di sebelah utara Krimea.
"Serangan presisi Angkatan Udara Rusia pada posisi legiun asing yang berperang untuk Ukraina di dekat Kramatorsk dan Maslyakovka menghancurkan lebih dari 130 tentara bayaran asing.
Rusia agak lambat mengkonfirmasi kematian lusinan tentaranya di Makeyevka, ketika pasukan Kiev menargetkan gedung tempat mereka ditempatkan dengan rudal yang ditembakkan dari peluncur HIMARS.
Kabar pertama peristiwa itu dilaporkan Menteri Penerangan Republik Donetsk Daniil Bezsonov, yang mengklaim itu terjadi tepat pada pukul 0.01 malam Tahun Baru.
Ukraina terus meminta lebih banyak senjata dari AS dan negara-negara barat lainnya, sementara Moskow menegaskan pengiriman senjata asing ke Kiev tidak akan mengubah jalannya konflik.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kubu-Wagner-di-Donetsk.jpg)