Konflik China Vs AS
China Protes Keras Manuver Berbahaya Pesawat Mata-mata AS
Pesawat mata-mata AS RC-135 terbang di dekat wilayah China daratan di perairan Laut China Selatan. Jet tempur J-11 China mengawasinya.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BEIJING – China memprotes manuver berbahaya pesawat mata-mata RC-135 AU AS di dekat jet tempur J-11 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).
Insiden udara itu terjadi saat jet tempur J-11 China memantau pergerakan pesawat AS selama pengintaian jarak dekat di atas Laut China Selatan.
Beijing menuduh AS sengaja menyesatkan publik lewat cerita versi mereka. Pernyataan dikemukakan Komando Teater Selatan PLA pada Sabtu (31/12/2022).
Militer China juga merilis rekaman video yang mendokumentasikan insiden udara tersebut.
Kolonel Senior Tian Junli, juru bicara Komando Teater Selatan PLA mengatakan, pernyataan AS mengabaikan kebenaran dan bernada fitnah.
Pernyataan Tian adalah tanggapan terhadap pernyataan militer AS baru-baru ini yang mengklaim jet tempur Angkatan Laut PLA J-11 datang dalam jarak enam meter dari pesawat RC-135 Angkatan Udara AS di atas Laut Cina Selatan pada 21 Desember.
Baca juga: China Kembali Gelar Latihan Perang, Tutup Perairan Laut China Timur
Baca juga: Jet Tempur China Cegat Pesawat Australia di Atas Laut China Selatan
Baca juga: Presiden Xi Jinping Tugaskan Tiga Kapal Perang Kawal Laut China Selatan, Salah Satunya Kapal Selam
Kehadiran jet tempur China itu memaksa pesawat AS untuk melakukan manuver mengelak, untuk menghindari tabrakan di wilayah udara internasional.
Pesawat RC-135 AS melakukan pengintaian jarak dekat yang disengaja di garis pantai selatan Tiongkok dan Kepulauan Xisha di Hainan, Provinsi Hainan Tiongkok Selatan pada 21 Desember.
Komando Teater Selatan PLA lalu mengorganisir pasukan udara untuk melakukan pelacakan dan pemantauan sepanjang jalurnya.
Meskipun sudah ada peringatan dari pihak China, pesawat AS tiba-tiba mengubah posisi penerbangannya, mendorong pesawat China ke kiri dalam gerakan pendekatan yang berbahaya.
Gerakan itu membahayakan keselamatan penerbangan pesawat militer China, sangat melanggar Aturan Perilaku untuk Keselamatan Penerbangan.
Juga melanggar kesepakatan Udara dan Maritim antara China dan AS serta hukum dan praktik internasional terkait.
Sebuah video yang mendokumentasikan insiden tersebut dari perspektif jet tempur J-11 China dilampirkan pada pernyataan Tian.
Pesawat RC-135 AS dengan sengaja mengubah posisi terbangnya dalam pendekatan berbahaya terhadap pesawat China pada pukul 11:25 pagi pada 21 Desember.
Dari video yang dirilis oleh pihak China, terlihat jelas pesawat AS secara aktif bermanuver ke kiri menuju pesawat China.
Ini memverifikasi fakta pihak AS justru yang terlibat dalam gerakan berbahaya. Seorang pakar militer China yang meminta anonimitas menilai peristiwa itu kepada Global Times.
Di sisi lain, rilis video oleh AS hanya menunjukkan pesawat China terbang di samping pesawat AS tanpa melakukan manuver berbahaya.
Menurut Tian, pilot China mengambil tindakan profesional dan standar sesuai dengan hukum dan peraturan.
Ia sepenuhnya mencerminkan sikap tanggung jawab militer China terhadap keselamatan regional dan keselamatan personel garis depan.
"Pihak AS sengaja menyesatkan publik, disebut hitam putih, disalahkan pada China sementara dirinya disalahkan dan berusaha membingungkan opini internasional," katanya.
“Kami dengan tegas meminta AS untuk menahan pergerakan pasukan maritim dan udara garis depan, secara ketat mematuhi hukum internasional terkait dan perjanjian terkait serta mencegah kecelakaan maritim dan udara,” kata Tian.
Militer China dalam keadaan siaga tinggi setiap saat, karena akan dengan tegas menjalankan tugas dan misinya, menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, kata juru bicara itu.
Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, memberi komentar pada konferensi pers reguler pada Jumat.
Ia mengatakan, untuk waktu yang lama, AS telah sering mengerahkan pesawat dan kapal untuk pengintaian jarak dekat di China, yang menimbulkan bahaya serius bagi keamanan nasional China.
Kata Wang, tindakan provokatif dan berbahaya AS adalah akar penyebab masalah keamanan maritim.
“China mendesak AS untuk menghentikan provokasi berbahaya seperti itu, dan berhenti membelokkan kesalahan pada China,” kata Wang.
“China akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanannya dengan tegas, dan bekerja dengan negara-negara kawasan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, " tegas Wang.(Tribunjogja.com/GlobalTimes/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/16-pesawat-china-buat-formasi-taktis-di-laut-china-selatan-malaysia-langsung-kirim-jet-tempur.jpg)