Konflik China Vs AS

China Protes Keras Manuver Berbahaya Pesawat Mata-mata AS

Pesawat mata-mata AS RC-135 terbang di dekat wilayah China daratan di perairan Laut China Selatan. Jet tempur J-11 China mengawasinya.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Republic of China (ROC) Ministry of National Defense via AP
Dalam foto ini diambil 10 Februari 2020, dan dirilis oleh Republik Pertahanan Tiongkok (ROC) Kementerian Pertahanan Nasional, Angkatan Udara Taiwan F-16 di latar depan terbang di atas sayap Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) H -6 pembom saat melewati dekat Taiwan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIJING – China memprotes manuver berbahaya pesawat mata-mata RC-135 AU AS di dekat jet tempur J-11 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Insiden udara itu terjadi saat jet tempur J-11 China memantau pergerakan pesawat AS selama pengintaian jarak dekat di atas Laut China Selatan.

Beijing menuduh AS sengaja menyesatkan publik lewat cerita versi mereka. Pernyataan dikemukakan Komando Teater Selatan PLA pada Sabtu (31/12/2022).

Militer China juga merilis rekaman video yang mendokumentasikan insiden udara tersebut.

Kolonel Senior Tian Junli, juru bicara Komando Teater Selatan PLA mengatakan, pernyataan AS mengabaikan kebenaran dan bernada fitnah.

Pernyataan Tian adalah tanggapan terhadap pernyataan militer AS baru-baru ini yang mengklaim jet tempur Angkatan Laut PLA J-11 datang dalam jarak enam meter dari pesawat RC-135 Angkatan Udara AS di atas Laut Cina Selatan pada 21 Desember.

Baca juga: China Kembali Gelar Latihan Perang, Tutup Perairan Laut China Timur

Baca juga: Jet Tempur China Cegat Pesawat Australia di Atas Laut China Selatan

Baca juga: Presiden Xi Jinping Tugaskan Tiga Kapal Perang Kawal Laut China Selatan, Salah Satunya Kapal Selam

Kehadiran jet tempur China itu memaksa pesawat AS untuk melakukan manuver mengelak, untuk menghindari tabrakan di wilayah udara internasional.

Pesawat RC-135 AS melakukan pengintaian jarak dekat yang disengaja di garis pantai selatan Tiongkok dan Kepulauan Xisha di Hainan, Provinsi Hainan Tiongkok Selatan pada 21 Desember.

Komando Teater Selatan PLA lalu mengorganisir pasukan udara untuk melakukan pelacakan dan pemantauan sepanjang jalurnya.

Meskipun sudah ada peringatan dari pihak China, pesawat AS tiba-tiba mengubah posisi penerbangannya, mendorong pesawat China ke kiri dalam gerakan pendekatan yang berbahaya.

Gerakan itu membahayakan keselamatan penerbangan pesawat militer China, sangat melanggar Aturan Perilaku untuk Keselamatan Penerbangan.

Juga melanggar kesepakatan Udara dan Maritim antara China dan AS serta hukum dan praktik internasional terkait.

Sebuah video yang mendokumentasikan insiden tersebut dari perspektif jet tempur J-11 China dilampirkan pada pernyataan Tian.

Pesawat RC-135 AS dengan sengaja mengubah posisi terbangnya dalam pendekatan berbahaya terhadap pesawat China pada pukul 11:25 pagi pada 21 Desember.

Dari video yang dirilis oleh pihak China, terlihat jelas pesawat AS secara aktif bermanuver ke kiri menuju pesawat China.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved