Perang Rusia Vs Ukraina
Pertama Kali Sejak Perang, Zelensky Tinggalkan Ukraina, Pergi ke Washington
Presiden Ukraina Volodymir Zelensky dikabarkan pergi ke Washington untuk menemui Presiden Joe Biden dan berpidato di depan Kongres AS.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dijadwalkan bertemu Presiden AS Joe Biden di Washington, Rabu (22/12/2022) waktu setempat.
Ini untuk pertama kalinya Zelensky akan meninggalkan negaranya, pergi ke luar negeri sejak Rusia menggelar operasi khusus ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Gedung Putih tidak mengkonfirmasi atau menyangkal kabar yang diwartakan sejumlah media utama di AS.
Ketua DPR Nancy Pelosi mengirim surat meminta semua anggota untuk hadir secara langsung pada Rabu terkait acara fokus demokrasi.
Zelensky telah berbicara kepada siapa saja yang mau mendengarkan melalui tautan video, termasuk Dewan Keamanan PBB, yang melanggar aturan tetap.
CNN mengutip dua sumber menyebutkan, mantan aktor komedi itu seharusnya bertemu Biden di Gedung Putih dan berpidato di Kongres pada Rabu malam.
Media Axios mengutip beberapa sumber pejabat senior mengatakan, Kepolisian Capitol sudah menyiapkan pengaturan keamanan untuk potensi kunjungan tersebut.
Baca juga: Presiden Zelensky Klaim Telah Memulai Penaklukan Kembali Wilayah Krimea
Baca juga: Zelensky Berbohong, Ledakan Rudal di Polandia Bisa Rusak Kepercayaan NATO
Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Tetap Tuduh Rusia Meski Bukti Rudal Ditembakkan Ukraina
Kunjungan Zelensky ini bersamaan kabar Washington akan mengumumkan pengiriman sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina.
Rusia secara eksplisit memperingatkan setiap personel NATO yang mengoperasikannya akan menjadi target yang sah.
Biden bersikeras baik AS maupun sekutunya sebenarnya bukan pihak dalam konflik, bahkan ketika dia mengirim uang, senjata, dan amunisi ke Kiev senilai miliaran dolar.
Demokrat yang saat ini mengendalikan DPR dan Senat sedang mendorong untuk mengesahkan RUU pengeluaran omnibus besar-besaran sebelum tahun ini berakhir.
DPR baru yang mayoritas dari Partai Republik dilantik bulan depan. RUU tersebut mencakup $45 miliar bantuan untuk Ukraina.
Beberapa Republikan keberatan dengan itu, pemimpin kaukus Senat partai terang-terangan memihak Gedung Putih.
“Memberikan bantuan kepada Ukraina untuk mengalahkan Rusia adalah prioritas nomor satu AS saat ini menurut sebagian besar Republikan. Begitulah cara kami melihat tantangan yang dihadapi negara saat ini, ”kata Mitch McConnell, senator Republik dari Kentucky.
AS mendukung tujuan Ukraina untuk secara paksa merebut kembali wilayah yang telah memilih untuk bergabung dengan Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Vladimir-Zelensky-dan-mantan-Presiden-AS-Bill-Clinton.jpg)