Perang Rusia Vs Ukraina
Pertama Kali Sejak Perang, Zelensky Tinggalkan Ukraina, Pergi ke Washington
Presiden Ukraina Volodymir Zelensky dikabarkan pergi ke Washington untuk menemui Presiden Joe Biden dan berpidato di depan Kongres AS.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Washington juga menolak gagasan dialog damai, yang ditegaskan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.
Blinken mengatakan AS akan terus mempersenjatai Ukraina dan membiayai ekonominya sampai dapat mengambil kembali wilayah yang telah direbut sejak 24 Februari.
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky telah berjanji untuk merebut kembali wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye, yang semuanya memilih untuk bergabung dengan Federasi Rusia.
Zelensky juga berjanji akan merebut Krimea, bagian bersejarah Rusia yang memilih untuk bergabung kembali pada 2014.
Ditanya apakah benar-benar realistis untuk berpikir Ukraina dapat merebut Krimea, Blinken tidak menjawab secara langsung.
Sebaliknya dia mengatakan pada dasarnya, orang Ukraina membuat keputusan tentang ke mana mereka ingin pergi, kapan mereka ingin sampai di sana, bagaimana mereka ingin melakukannya.
AS telah berkomitmen memberi bantuan senilai $68 miliar untuk Ukraina tahun ini, dengan pemerintahan Biden meminta Kongres awal bulan ini untuk menyetujui $37,7 miliar lagi sebelum Januari.
Presiden Joe Biden telah berjanji untuk terus mengalirkan bantuan ke Zelensky selama diperlukan, tetapi perpecahan tampaknya muncul di Washington.
Perbedaan pendapat terjadi antara mereka yang mendorong Ukraina untuk terus berperang, yaitu Biden dan Blinken dan mereka yang menyarankan agar Kiev kembali ke meja perundingan.
Panglima militer AS, Jenderal Mark Milley menempatkan dirinya di kubu terakhir ketika dia mengatakan bulan lalu kecil kemungkinan Ukraina merebut kembali wilayahnya.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Southfront/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Vladimir-Zelensky-dan-mantan-Presiden-AS-Bill-Clinton.jpg)