Berita Gunungkidul Hari Ini
Lahan Seluas 1.000 Meter Diusulkan untuk Relokasi Rumah Korban Longsor Semin Gunungkidul
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul terus mempersiapkan relokasi rumah korban longsor Semin.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul terus mempersiapkan relokasi rumah korban longsor Semin.
Longsor ini terjadi pada November silam.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul , Irawan Jatmiko mengatakan sudah mengusulkan luasan lahan yang dibutuhkan untuk relokasi tersebut.
"Lahan yang dibutuhkan luasnya sekitar 1.000 meter persegi," kata Irawan, Rabu (21/12/2022).
Hingga kini pihaknya masih terus mencari lokasi yang ideal untuk relokasi.
Baca juga: Lumbung Pangan Dibangun di Semin Gunungkidul, Olah Padi Hasil Panen
Kriterianya antara lain dekat dengan lokasi lama namun tetap aman dari potensi longsor .
Menurut Irawan, ada 6 rumah warga yang hendak direlokasi.
Selain itu, pihaknya akan membangun shelter yang rencananya ditempatkan di area belakang rumah relokasi.
"Shelter bisa dijadikan pengungsian manakala ada kejadian," jelasnya.
Irawan juga telah merancang pagu anggaran untuk program relokasi ini. Pembiayaan akan bersumber dari APBD Gunungkidul 2023.
Setidaknya tiap rumah membutuhkan biaya sekitar Rp 50 juta.
Meski demikian, anggaran baru bisa digunakan setelah APBD 2023 disepakati.
"Pembangunan rumah relokasi akan kami lakukan mulai tahun depan," kata Irawan.
Baca juga: Pemkab Gunungkidul Diminta Segera Relokasi SDN Sawah Panggang yang Terdampak JJLS
Jogoboyo Kalurahan Candirejo, Semin, Sri Hartono mengungkapkan ada 4 rumah warga yang hancur akibat longsor November lalu.
Beberapa rumah juga perlu direlokasi lantaran lokasinya rawan.
Pihaknya pun juga berkoordinasi dengan pihak terkait dalam proses relokasi tersebut.
Termasuk menentukan lokasi yang ideal.
"Kami berharap lokasi yang baru tidak jauh dari lokasi yang lama, agar warga kami tetap bisa bersama," kata Sri.( Tribunjogja.com )