Migrasi TV Analog ke Digital di DIY

Siaran TV Analog di DIY Resmi Dimatikan, Diskominfo DIY Salurkan 163.436 STB Gratis untuk Warga

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), peralihan ke siaran TV digital sepenuhnya telah dilakukan pada Sabtu (3/12/2022) pukul 00.01 WIB.

dok.istimewa
Ilustrasi TV Analog 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah memberlakukan penghentian siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) untuk sejumlah wilayah di Indonesia.

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), peralihan ke siaran TV digital sepenuhnya telah dilakukan pada Sabtu (3/12/2022) pukul 00.01 WIB.

TV analog kini tak dapat menangkap sinyal siaran TV digital, sehingga masyarakat harus memiliki perangkat tambahan berupa Set Top Box (STB).

Fungsinya untuk menangkap siaran digital ke perangkat televisi analog,

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, mengungkapkan DIY mendapat alokasi sebanyak 163.436 STB dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dan seluruhnya telah disalurkan kepada masyarakat.

Adapun pendataan penerima STB dilakukan oleh Diskominfo di lima kabupaten/kota.

Syarat penerima bantuan STB gratis adalah merupakan warga kurang mampu dan memiliki pesawat televisi analog.

"Pembagian dan distribusi InsyaAllah sudah 100 persen untuk wilayah di DIY. Datanya dari masing-masing kabupaten/kota kemudian dimintakan verifikasi di masing-masing kalurahan kelurahan kemudian naik kabupaten dan disampaikan langsung ke Kominfo," jelas Wahyu, Minggu (4/12/2022).

Dia melanjutkan, Kominfo juga telah membuka posko informasi yang bisa dimanfaatkan warga jika belum mendapatkan set top box gratis.

Yakni melalui kontak layanan nomor telepon 159.

Selain sebagai pengaduan yang belum mendapatkan set top box gratis, posko tersebut juga jadi sarana informasi bagi warga yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait peralihan siaran TV analog ke TV digital ini.

"Kalau kemudian tidak memperoleh tapi sebenarnya masuk ke data bisa menghubungi call center. Prinsipnya bisa dimintakan informasi itu," jelasnya.

Wahyu melanjutkan, Diskominfo sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi terkait program peralihan siaran TV analog ke digital tersebut.

Upaya itu dilakukan bersama Diskominfo kabupaten/kota dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).

Dia mengklaim kesiapan masyarakat DIY untuk beralih ke TV digital tergolong baik.

Hal itu berdasarkan survei pemahaman dan kesiapan warga yang dilakukan pada awal tahun lalu.

"DIY kesiapannya tertinggi dengan ada survei di awal tahun ini DIY memiliki tingkat pemahaman dan kesiapan yang tertinggi 92 sekian persen," tandasnya.

Adapun manfaat dari migrasi analog ke digital, kini masyarakat bisa mendapatkan kualitas gambar yang lebih jernih dan canggih.

"Sekarang juga momentum baru piala dunia kan, dengan ini masyarakat dapat kualitas gambar yang lebih jernih dan bagus suaranya," jelas Wahyu. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved