Berita Pendidikan Hari Ini
Mahasiswa UNY Kaji Keragaman Burung di Kampus, Ada Tiga Jenis yang Jarang Ditemui
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Kelompok Pengamat Burung (KPB) Bionic, melakukan pengamatan keanekaragaman burung
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Elang-alap Cina merupakan jenis burung pemakan kodok, belalang, kadal, burung kecil yang memiliki habitat di hutan dataran rendah, hutan pegunungan, pesisir. tersebar sampai ketinggian 900 m dpl.
Sedangkan, Serak Jawa atau burung hantu lumbung atau burung hantu gudang merupakan spesies burung berukuran besar, mudah dikenali sebagai burung hantu putih.
Wajah berbentuk jantung, warna putih dengan tepi cokelat. Mata menghadap ke depan, merupakan ciri yang mudah dikenali.
Aghnan Pramudihasan, anggota Bionic mengungkapkan Kepodang Kuduk Hitam dulu lumayan mudah dijumpai di Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas MIPA, Rektorat, dan Fakultas Teknik tapi sekarang sudah sangat jarang, kemungkinan tertangkap pemburu karena termasuk burung kicau untuk lomba.
“Burung Gelatik Jawa dulu mudah dijumpai di laboratorium Fakultas MIPA, GOR, laboratorium terpadu Fakultas Ekonomi, namun sekarang hanya bisa dijumpai di seputaran Fakultas Ilmu Pendidikan” katanya.
Elang-Alap Cina termasuk burung migran yang seringnya bertengger dipepohonan yang rimbun dimana dulu banyak di kebun laboratorium biologi, sekarang sudah tidak pernah ditemukan lagi.
Sementara, burung Serak Jawa dulu biasanya ditemukan di asbes bangunan yang berlubang, sekarang sudah sangat jarang dijumpai.
Selain mengadakan PBK, KPB Bionic juga banyak berpartisipasi dalam berbagai hal baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional.
Di regional Yogyakarta, KPB Bionic tergabung dalam sebuah jaringan yang bernama Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) bersama organisasi-organisasi pemerhati burung lainnya.
Baca juga: Sebanyak 601 Budaya Spritual dan 196 Dolanan Rakyat Berhasil Diidentifikasi di Kawasan Borobudur
Jogja Bird Walk (JBW) merupakan agenda bulanan jaringan pengamat burung tersebut yang rutin diikuti oleh Bionic.
Kegiatan ini bertujuan memantau dan mendata burung-burung liar di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.
Di ajang nasional pun tidak ketinggalan, mulai dari MoBuPi (Monitoring Burung Pantai) serta beberapa event nasional lainnya seperti Birding Competition yang sering diadakan di berbagai tempat di Indonesia.
KPB Bionic UNY juga menjadi salah satu kontributor data untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada AWC (Asian Waterbird Census) setiap tahunnya. (ard)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kampus-uny-kuliah-tatap-muka.jpg)