Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Sebanyak 601 Budaya Spritual dan 196 Dolanan Rakyat Berhasil Diidentifikasi di Kawasan Borobudur

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek) berhasil mengidentifikasi sebanyak 601 budaya spritual dan 196 dolanan

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Nanda Sagita Ginting
Proses peluncuran hasil identifikasi budaya spiritual dan dolanan rakyat yang dituangkan dalam buku, di Balkondes Karangrejo, Senin (21/11/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNKOGJA.COM, MAGELANG - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek) berhasil mengidentifikasi sebanyak 601 budaya spritual dan 196 dolanan rakyat di kawasan Candi Borobudur.

Proses pengidentifikasi tersebut, merupakan  hasil  pengembangan dan pemanfaatan yang berasal dari 20 desa yang di kawasan cagar budaya tersebut.

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi mengatakan, pendampingan dalam penemuan budaya spritual dan dolanan rakyat berlangsung selama dua tahun.

Baca juga: Live Skor Piala Dunia Timnas Inggris 3-0 Iran, Gol Pemain Arsenal, Chelsea, Dortmund

"Ini yang sudah kami temukan dan kenali,  dituangkan dalam 3 buku.  Nantinya,  harapan ke depan bisa dilanjutkan untuk pengembangan dan pemanfaatannya bagi wilayah di tiap-tiap  desa di kawasan Borobudur," ujarnya seusai menyerahkan hasil pengembangan dan pemanfaatan budaya spiritual dan dolanan rakyat di Balkodes Karangrejo, pada Senin (21/11/2022).

Lanjut dia, hasil dari identifikasi nantinya akan diserahkan dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah (Pemda) bersama desa-desa terkait.

Menurutnya, adanya identifikasi  edukasi budaya spiritual dapat dijadikan travel pattern (pola pariwisata) di kawasan Candi Borobudur.

Sehingga, dapat  didorong menjadi bagian destinasi pariwisata budaya spiritual untuk ke depannya.

"Sehingga nanti ke depannya pariwisata tidak hanya terkonsentrasi di candi, namun di 20 desa di kawasan borobudur ini menjadi bagian pariwisata penyangga. Sehingga, dampak ekonomi yang ada itu bisa merata sehingga pembangunan dan pendapatan masyarakat melalui kuliner tradisional, budaya spiritual nah ini bagian dari penyangga candi borobudur tersebut," ujarnya.

Fasilitator Eksotika Desa Borobudur, Panji Kusumah mengatakan,  bentuk identifikasi yang dituang dalam buku berupa foto dan cerita.

"Bentuknya berupa ritus, pangan spiritual, kesenian rakyat, ritus daur hidup, ritus daur bulan, hajatan. Misalnya, ritus daur hidup mulai dari kehamilan, kelahiran, pernikahan, kematian, dan pasca kematian," ujarnya.

Ia menambahkan, proses identifikasi didapatkan dari menggali literatur-literatus tertulis hingga jawaban dari para sesepuh di desa Borobudur.

Sehingga, dalam prosesnya tidak hanya didata lalu ditulis namun tetap dilakukan prakteknya.

"Awalnya kami hanya berhasil mengindetifikasi sekitar 70-an dolanan rakyat, jadi terus digali hingga mencapai 196 tadi. Jadi, masyarakat penggerak budaya ini mengajak para sesepuh bahkan anak-anak untuk langsung mempraktekan,  membuat, dan memaknai permainan dolanan rakyat ini,"ungkapnya.

Dia pun menyambut positif adanya hasil identifikasi ini untuk menjadi wadah edukasi wisata di kawasan Borobudur.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved