Berita Pendidikan Hari Ini

Mahasiswa UNY Kaji Keragaman Burung di Kampus, Ada Tiga Jenis yang Jarang Ditemui

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Kelompok Pengamat Burung (KPB) Bionic, melakukan pengamatan keanekaragaman burung

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Ist
Kampus UNY 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Kelompok Pengamat Burung (KPB) Bionic, melakukan pengamatan keanekaragaman burung di kampus.

KPB sendiri merupakan kelompok studi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari segala sesuatu tentang burung.

Kegiatan yang dilakukan adalah pengamatan burung, riset ornitologi, kampanye pelestarian burung, dan pendidikan lingkungan melalui kegiatan pengamatan burung di alam.

Baca juga: Perundingan Damai Serbia-Kosovo Gagal, Potensi Perang Terbuka Lagi

Ketua KPB Bionic, David Suharjanto menjelaskan, KPB adalah kelompok yang berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)  dengan status sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas MIPA (UKM FMIPA).

Terbentuknya kelompok ini berasal dari keinginan beberapa orang mahasiswa biologi yang mempunyai ketertarikan pada satwa burung untuk mendirikan sebuah kelompok yang bisa mewadahi hobi mereka.

“Nah, salah satu kegiatannya adalah pendataan burung kampus (PBK). Kegiatan PBK ini meliputi analisa jenis burung, jumlah serta persebaran burung yang dilakukan di beberapa titik yang mencakup semua wilayah kampus UNY Karangmalang,” ujarnya, Senin (21/11/2022).

Dia berharap, kegiatan ini bisa membantu pendataan burung-burung yang berada di wilayah Kampus UNY Karangmalang.

Salah satu anggota Bionic, Desti Rohmawati mengatakan untuk pendataan burung kampus tahun ini diperoleh sebanyak 33 spesies burung di kampus UNY.

Setelah diukur dengan indeks keanekaragaman Shannon Wienner, maka diperoleh data keanekaragaman burung di kampus UNY sebesar 2,65.

“Hal ini menunjukkan bahwa keanekaragaman burung di kampus UNY tergolong sedang” katanya.

Menurutnya saat ini terdapat beberapa spesies burung yang sulit di jumpai di kampus UNY, yaitu burung Kepodang Kuduk Hitam (Oriolus chinensis), Gelatik Jawa (Padda oryzivora), Elang-alap Cina (Accipiter soloensis), dan Serak Jawa (Tyto alba).

Kepodang adalah burung berkicau yang mempunyai bulu yang indah dan juga terkenal sebagai burung pesolek yang selalu tampil cantik, rapi, dan bersih termasuk dalam membuat sarang.

Gelatik Jawa adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang lebih kurang 15 cm, dari suku Estrildidae.

Burung Gelatik Jawa memiliki kepala hitam, pipi putih dan paruh merah yang berukuran besar.

Elang-alap Cina merupakan jenis burung pemakan kodok, belalang, kadal, burung kecil yang memiliki habitat di hutan dataran rendah, hutan pegunungan, pesisir. tersebar sampai ketinggian 900 m dpl.

Sedangkan, Serak Jawa atau burung hantu lumbung atau burung hantu gudang merupakan spesies burung berukuran besar, mudah dikenali sebagai burung hantu putih.

Wajah berbentuk jantung, warna putih dengan tepi cokelat. Mata menghadap ke depan, merupakan ciri yang mudah dikenali. 

Aghnan Pramudihasan, anggota Bionic mengungkapkan Kepodang Kuduk Hitam dulu lumayan mudah dijumpai di Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas MIPA, Rektorat, dan Fakultas Teknik tapi sekarang sudah sangat jarang, kemungkinan tertangkap pemburu karena termasuk burung kicau untuk lomba.

“Burung Gelatik Jawa dulu mudah dijumpai di laboratorium Fakultas MIPA, GOR, laboratorium terpadu Fakultas Ekonomi, namun sekarang hanya bisa dijumpai di seputaran Fakultas Ilmu Pendidikan” katanya.

Elang-Alap Cina termasuk burung migran yang seringnya bertengger dipepohonan yang rimbun dimana dulu banyak di kebun laboratorium biologi, sekarang sudah tidak pernah ditemukan lagi.

Sementara, burung Serak Jawa dulu biasanya ditemukan di asbes bangunan yang berlubang, sekarang sudah sangat jarang dijumpai.

Selain mengadakan PBK, KPB Bionic juga banyak berpartisipasi dalam berbagai hal baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional.

Di regional Yogyakarta, KPB Bionic tergabung dalam sebuah jaringan yang bernama Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) bersama organisasi-organisasi pemerhati burung lainnya.

Baca juga: Sebanyak 601 Budaya Spritual dan 196 Dolanan Rakyat Berhasil Diidentifikasi di Kawasan Borobudur

Jogja Bird Walk (JBW) merupakan agenda bulanan jaringan pengamat burung tersebut yang rutin diikuti oleh Bionic.

Kegiatan ini bertujuan memantau dan mendata burung-burung liar di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.

Di ajang nasional pun tidak ketinggalan, mulai dari MoBuPi (Monitoring Burung Pantai) serta beberapa event nasional lainnya seperti Birding Competition yang sering diadakan di berbagai tempat di Indonesia.

KPB Bionic UNY juga menjadi salah satu kontributor data untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada AWC (Asian Waterbird Census) setiap tahunnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved